RADAR BOGOR – Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, menyoroti maraknya misinformasi yang beredar di tengah masyarakat dan mengajak seluruh aparatur negara untuk memperkuat komunikasi publik.
Hal tersebut disampaikannya usai forum bincang santai bersama sejumlah kepala daerah Kabupaten Bogor maupun Kota Bogor dan Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik, Deddy Corbuzier di Gedung Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, gagasan untuk memperkuat narasi komunikasi publik berawal dari diskusinya dengan berbagai pihak, termasuk bupati dan wali kota.
Baca Juga: Forum Akademisi IPB Dukung MBG, Tegaskan Kampus Bukan Operator
"Jadi, saya merasa kita ini sebagai aparatur negara, baik TNI, Polri, maupun ASN, baik itu di pemerintah kota maupun daerah, itu perlu juga kita membangun satu narasi yang bagus tentang apa yang dikerjakan oleh pemerintah," ujar Brigjen Thomas Rabu, 6 Mei 2026.
Menurutnya, bukan soal program presiden saja, tetapi semua program pemerintah. Ia juga mengingatkan bahwa tanpa narasi yang kuat, berbagai program pemerintah berpotensi kalah oleh arus informasi yang tidak benar.
"Yang kita hindari tentunya misinformasi, kemudian berita-berita yang tidak benar, tetapi kalah. Apa yang kita kerjakan itu kalah," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengakui bahwa selama ini aparat TNI dan Polri lebih fokus pada kerja nyata di lapangan dibandingkan publikasi di media sosial. Namun, kondisi saat ini menuntut adanya perubahan pendekatan.
"Tadinya tidak mau untuk mengonten, tetapi kok lama-lama sepertinya bukan ingin dianggap, tapi kok kayaknya saya merasa presiden berjuang sendiri," katanya.
Karena itu, ia mulai mendorong adanya kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta pihak yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi digital untuk memperkuat penyebaran informasi yang akurat.
"Sebenarnya, kita gimana caranya berita yang tidak benar ini kita kalahkan, tidak hanya dengan membalas komen saja, ini enggak benar. Tapi kita balas dengan konten lain yang sebetulnya seperti ini," tuturnya.
Ia juga mengibaratkan setiap program pemerintah seperti pisau bermata dua atau bagaikan mata uang koin yang dapat dipersepsikan berbeda oleh masyarakat, tergantung sudut pandang yang digunakan.
"Kita hanya menyampaikan program pemerintah, apa pun itu. Kami adalah aparatur negara, kami adalah aparatur pemerintah, jadi pemerintah bilang apa, itulah yang harus kami dukung," tutupnya.(Cr1)
Editor : Eka Rahmawati