RADAR BOGOR - Puskesmas Tamansari Bogor meluncurkan inovasi layanan kesehatan bernama TBC Keep Going (Konsumsi Efektif, Patuh, Gas Terus Obat hingga Sembuh) untuk meningkatkan kedisiplinan pasien Tuberkulosis (TBC) dalam menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.
Program TBC Keep Going ini menjadi salah satu langkah strategis Puskesmas Tamansari Bogor dalam mendukung target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030.
TBC Keep Going dikembangkan Puskesmas Tamansari Bogor sebagai sistem pendampingan pasien yang melibatkan kerja sama antara tenaga kesehatan, keluarga, serta pemanfaatan teknologi komunikasi seperti WhatsApp.
Inovasi ini difokuskan untuk mencegah pasien berhenti minum obat sebelum masa pengobatan selesai, yang selama ini menjadi kendala utama dalam pengendalian TBC di Indonesia.
Tujuan Program TBC Keep Going
Program ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
1. Memantau kondisi kesehatan pasien serta mendeteksi pasien TBC yang berpotensi putus obat.
2. Meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan melalui pendampingan tenaga kesehatan.
3. Memperkuat dukungan bagi tenaga medis melalui kolaborasi dengan keluarga dan komunitas selama proses pengobatan pasien.
Baca Juga: Ada Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Besok Malam di Kota Bogor, Sejumlah Jalan Utama Ditutup
Melalui program ini, Puskesmas Tamansari berharap kualitas pelayanan kesehatan dapat terus meningkat sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular, khususnya TBC.
Selain itu, program ini diharapkan mampu mendorong pasien agar rutin menjalani pengobatan di puskesmas hingga dinyatakan sembuh.
Tahapan Pelaksanaan Program
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair Bertahap, Begini Hasil Cek Saldo KKS Bank Mandiri per Hari Ini
Pelaksanaan TBC Keep Going dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:
1. Tahap Perencanaan
* Menyiapkan bahan konsultasi program.
* Berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas dan penanggung jawab UKP untuk penjadwalan konsultasi.
* Mengumpulkan referensi terkait pemanfaatan teknologi komunikasi seperti aplikasi dan pesan singkat.
* Mendesain serta mencetak media informasi TBC Keep Going setelah memperoleh persetujuan.
Baca Juga: Demi Uang Rp50 ribu, Pria di Sukaraja Bogor Nekat Bobol Kotak Amal Masjid
2. Tahap Pelaksanaan
* Menyiapkan materi dan bahan sosialisasi.
* Melaksanakan sosialisasi mengenai tata cara program kepada pasien dan keluarga.
* Mengidentifikasi pasien TBC yang berisiko menghentikan pengobatan.
* Menugaskan tenaga kesehatan untuk melakukan pemantauan dan pendampingan pasien melalui WhatsApp.
* Membangun kerja sama dengan keluarga dan komunitas guna mendukung keberhasilan pengobatan pasien.
Baca Juga: Kisah Haru Al-Jabbar, Anak 12 Tahun yang Baru Bisa Sekolah Berkat Program Sekolah Rakyat
3. Tahap Evaluasi
* Melakukan evaluasi terhadap penerapan program TBC Keep Going pada pasien TBC.
* Mengolah hasil evaluasi dan menyusun rekomendasi untuk pengembangan program selanjutnya.
Monitoring dan Evaluasi Berkala
Monitoring program dilakukan setiap bulan oleh penanggung jawab program bersama tim audit puskesmas guna memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana dan target yang ditetapkan.
Sementara itu, evaluasi dilaksanakan melalui pelaporan hasil pengukuran kinerja setiap bulan kepada koordinator UKM dan Kepala Puskesmas. Hasil analisis program juga akan dilaporkan setiap tahun kepada Dinas Kesehatan sebagai bagian dari evaluasi Program Kinerja Puskesmas (PKP).
Baca Juga: Final Liga Champions 2026: PSG Tantang Arsenal di Budapest, Ulangan Duel Panas Musim Lalu
Dengan adanya inovasi TBC Keep Going, Puskesmas Tamansari optimistis kualitas pelayanan kesehatan akan semakin baik dan pasien TBC dapat menjalani pengobatan secara teratur hingga sembuh sepenuhnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga