Sebanyak 441 calon haji tersebut saat ini menempati dua hotel di kawasan Misfalah, yakni Burj Shalah Hotel dan Aldera Hotel.
Suasana haru dan semangat ibadah terlihat dari para jemaah yang mulai menyesuaikan diri dengan cuaca serta aktivitas padat menjelang puncak haji 2026.
Ketua Kloter JKS 03, Ade Irawan mengatakan, para jemaah telah berada di Mekkah selama empat hari.
Menurutnya, setelah menjalani ibadah di Masjid Nabawi selama di Madinah, kini para calon haji mulai fokus mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026 mendatang.
Ade Irawan menjelaskan, sambil menunggu tahapan puncak haji, para jemaah mengisi waktu dengan berbagai kegiatan ibadah seperti umrah sunnah, salat berjamaah di Masjidil Haram, hingga mengikuti pengajian dan yasinan yang digelar kelompok bimbingan ibadah haji.
Salah satu kegiatan keagamaan tersebut dilaksanakan oleh KBIHU Darul Istiqomah asal Cileungsi.
Kegiatan itu menjadi sarana penguatan spiritual sekaligus menjaga semangat para tamu Allah selama berada di Tanah Suci.
Dalam kegiatan doa bersama yang berlangsung di Mekkah pada Kamis, 7 Mei 2026, Ade Irawan mengingatkan, seluruh jemaah agar menjaga kondisi tubuh menjelang fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
"Jemaah harus tetap kondisi badan agar tetap fit," jelasnya kepada Radar Bogor.
Ia menilai kesehatan menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan lancar.
Ade Irawan juga mengimbau, para jemaah untuk rutin mengonsumsi air putih, terutama air zamzam, guna menghindari dehidrasi, radang tenggorokan, maupun gangguan kesehatan lain akibat cuaca panas di Arab Saudi.
Menurutnya, ketersediaan air zamzam di Mekkah sangat melimpah sehingga jemaah sebaiknya memanfaatkannya untuk menjaga stamina selama ibadah.
Selain itu, ia turut mendoakan agar seluruh jemaah haji Kloter JKS 03 diberikan kesehatan lahir dan batin hingga seluruh proses ibadah selesai dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Sementara itu, Ketua KBIHU Darul Istiqomah, H. Fikri Halfia, mengatakan kegiatan pengajian dan yasinan rutin dilakukan sebagai bentuk pendampingan mental dan spiritual bagi para jemaah.
Menurut Fikri, selain memperkuat kebersamaan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memberikan informasi terkait tahapan pelaksanaan ibadah haji di Kota Mekkah agar para jemaah lebih siap menjalani seluruh proses ibadah di Tanah Suci. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim