RADAR BOGOR - “Ketika hamba-Ku bertanya tentang Aku (Allah), maka sesungguhnya Aku sangat dekat.”
Sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Rabb sangat banyak, di antaranya melalui salat, dzikir, membaca Al-Qur’an, puasa, serta berbuat baik kepada kerabat terdekat.
Adapun pertolongan hakiki dari Sang Rabb atau pengabulan doa tidak datang secara biasa ataupun tiba-tiba.
Segala sesuatu memerlukan proses yang panjang dan usaha yang maksimal.
Karena itu, jangan pernah putus asa.
Doa merupakan salah satu kunci dari sebuah ibadah.
Ibadah adalah bentuk penyerahan totalitas diri kepada Sang Rabb. Sebagaimana ungkapan yang biasa kita baca dalam salat:
“Sesungguhnya salatku, ibadah hajiku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Sang Khaliq.”
Doa akan hadir saat kita benar-benar membutuhkan dan berada dalam keadaan mendesak.
Bahkan, efek dari doa bisa jauh lebih besar dan lebih indah dari apa yang pernah terlintas dalam alam sadar kita, bahkan melebihi apa yang kita bayangkan.
Baca Juga: Pecahkan Rekor Paten Nasional, Strategi IPB University Bikin Dunia Riset Makin Dilirik
Doa adalah bagian dari mujahadah seseorang kepada Sang Rabb.
Sungguh-sungguh dalam berdoa pasti akan menghadirkan sebuah natijah (kesuksesan).
Mengingat Sang Rabb bisa dilakukan setiap saat, setiap waktu, dan setiap detik.
Sebagaimana ungkapan dalam Al-Qur’an:
“Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan ingat kepadamu.”
Doa juga merupakan bagian dari kunci kesuksesan seseorang dalam mencapai tujuan.
Baca Juga: Kisah Alma, Siswi Sekolah Rakyat di Bekasi: Bersyukur Bisa Sekolah dan Menempati Asrama Gratis
Tujuan dan usaha yang dilakukan dengan totalitas ibarat menanam dan menyirami sebuah tanaman yang dilandasi kesabaran dan keikhlasan.
Maka, akan ada hasil dari setiap usaha, di antaranya adalah panen dari apa yang kita tanam.
Pada akhirnya, janganlah kita sibuk memikirkan bagaimana atau kapan pemberian serta pengabulan doa itu datang.
Baca Juga: Pura-Pura Bantu Nasabah, Pelaku Ganjal ATM di Sentul Bogor Ditangkap Polsek Babakan Madang
Tetaplah legawa dan yakin.
Jangan lupa menyibukkan diri dengan positive thinking, bersyukur, serta menanamkan keyakinan yang penuh disertai ketakwaan kepada Sang Rabb. (*)
Penulis: Ikbal Farisi, SHi (bang Boy)
Ketua Yayasan Darul Ulum Parung, Pengurus Inti di FK KBIHU Kabupaten Bogor
Editor : Siti Dewi Yanti