Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Rahasia Ibu UMKM Tetap Produktif Tanpa Burnout, Dosen IPB Bongkar Cara Atur Waktu yang Efektif

Lucky Lukman Nul Hakim • Jumat, 8 Mei 2026 | 19:11 WIB
ILUSTRASI: Perempuan menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga sekaligus pelaku UMKM jadi perhatian IPB.
ILUSTRASI: Perempuan menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga sekaligus pelaku UMKM jadi perhatian IPB.

RADAR BOGOR - Menjalani peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus pelaku usaha bukan perkara mudah. 

Di tengah padatnya aktivitas domestik dan tuntutan bisnis, banyak ibu UMKM kerap merasa waktu 24 jam sehari tidak pernah cukup.

Persoalan itu menjadi perhatian dalam Webinar Keluarga Produktif dan Berdaya yang digelar Sekolah Keluarga Berkualitas IPB University pada 30 April 2026. 

Baca Juga: Surat Pencairan Bansos PKH Tahap 2 2026 Sudah Terbit, 7 Juta Lebih KPM Siap Terima Dana, Perhatikan Batas Penarikan Saldo KKS

Dalam kegiatan tersebut, dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Istiqlaliyah Muflikhati, membagikan strategi praktis agar ibu dengan peran ganda mampu mengelola waktu secara efektif tanpa kehilangan keseimbangan hidup.

Menurut Istiqlaliyah Muflikhati, waktu merupakan sumber daya terbatas yang harus dikelola secara bijak melalui perencanaan matang, penentuan prioritas, hingga komunikasi yang baik antaranggota keluarga. 

Ia menilai, keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kehidupan keluarga menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas sekaligus kesehatan mental.

Baca Juga: Mahasiswa S3 IPB Datangi DPRD Jawa Barat, Dorong Raperda Perlindungan Keluarga Hadapi Ancaman Krisis Sosial

Dalam paparannya, Istiqlaliyah menjelaskan, banyak ibu pelaku usaha terjebak dalam ketidakefisienan akibat tidak memiliki skala prioritas yang jelas. 

Kondisi tersebut diperparah dengan kaburnya batas antara pekerjaan rumah tangga dan aktivitas usaha yang berpotensi memicu stres hingga burnout.

Salah satu strategi yang disarankan adalah menerapkan teknik batching atau mengelompokkan pekerjaan sejenis dalam satu waktu. 

Baca Juga: Arus Lalin Arah Suryakencana Kota Bogor Ditutup, Warga Mulai Ramai Saksikan Kirab Mahkota Binokasih

Ia mencontohkan, produksi barang dapat dilakukan sekaligus dalam jumlah besar, pengemasan dilakukan dalam satu sesi, hingga belanja bahan baku untuk beberapa hari dilakukan sekaligus.

Cara tersebut dinilai mampu menghemat waktu dan energi karena pelaku usaha tidak perlu terus-menerus berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. 

Dengan pola kerja yang lebih terorganisasi, proses usaha menjadi lebih efisien dan produktif.

Baca Juga: Kawasan Hijau Sentul City Bogor Jadi Tuan Rumah Bogorun 2026, Turut Meriahkan HJB ke-544

Selain itu, Istiqlaliyah juga menekankan pentingnya menentukan skala prioritas agar pekerjaan dapat diselesaikan berdasarkan tingkat urgensi dan kepentingannya. 

Pengelolaan distraksi juga menjadi hal yang tidak kalah penting agar waktu tidak habis untuk aktivitas yang kurang produktif.

Ia turut menyarankan para ibu UMKM menyusun jadwal harian secara terstruktur. 

Baca Juga: Tak Perlu Bolak-balik ke ATM, Ini Penyebab Saldo Bansos Tahap 2 Belum Masuk dan Fakta Soal Penerima Desil 1-4

Menurutnya, jadwal yang jelas akan membantu aktivitas berjalan lebih sistematis dan mengurangi risiko pekerjaan menumpuk.

Tak hanya soal manajemen waktu, Istiqlaliyah menilai kolaborasi dalam keluarga juga memegang peranan besar. 

Pembagian tugas antar anggota keluarga dinilai dapat meringankan beban ibu sehingga mereka tetap mampu menjalankan usaha tanpa mengabaikan tanggung jawab di rumah.

Baca Juga: Sopir MBG di Tajurhalang Bogor Diduga Nyambi Jadi Kurir Sabu Ditangkap Polisi di Depok

Dalam jangka panjang, penerapan strategi tersebut diharapkan mampu membantu ibu UMKM menjaga keseimbangan hidup, meningkatkan produktivitas usaha, sekaligus menciptakan keluarga yang lebih harmonis.

Di akhir pemaparannya, Istiqlaliyah Muflikhati menegaskan bahwa ibu yang sehat, bahagia, dan terorganisasi dengan baik merupakan fondasi penting bagi keluarga yang kuat serta usaha yang terus berkembang. 

Ia juga mendorong para ibu untuk memulai perubahan dari langkah kecil dan dilakukan secara konsisten. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#ipb #institut pertanian bogor #umkm