RADAR BOGOR - Pewarta Foto Indonesia menggelar malam penghargaan Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 di Auditorium Sekretariat Daerah, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Ajang yang pertama kali diselenggarakan pada 2009 tersebut kini memasuki tahun ke-16 pelaksanaan. Dari tahun ke tahun, jumlah karya yang dikirimkan peserta terus mengalami peningkatan.
Antusiasme masyarakat terhadap karya para pewarta foto juga semakin tinggi. Hal itu terlihat dari ramainya pengunjung pameran foto jurnalistik yang digelar di Taman Siliwangi, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bogor. Ribuan warga datang untuk menyaksikan hasil karya pewarta foto yang merekam berbagai peristiwa selama satu tahun terakhir.
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, mengatakan bahwa APFI merupakan penghargaan paling prestisius bagi insan foto jurnalistik di Indonesia.
Menurutnya, pada APFI 2026 tercatat sebanyak 2.322 karya didaftarkan. Namun, setelah melalui proses verifikasi, hanya 1.831 karya yang dinyatakan lolos, berasal dari 127 fotografer anggota PFI serta 27 fotografer citizen journalist.
Dwi Pambudo atau yang akrab disapa Dido berharap APFI dapat menjadi ruang penyemangat bagi para jurnalis foto di tengah tantangan industri media saat ini, mulai dari disrupsi digital, maraknya hoaks, hingga gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda sejumlah perusahaan pers.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan ASEAN Harus Jadi Teladan Perdamaian Dunia
Dalam ajang tersebut, sejumlah karya terbaik berhasil meraih penghargaan setelah melewati penilaian ketat dewan juri APFI 2026.
Karya jurnalis foto Fauzan berjudul Demonstrasi atas Tewasnya Ojol yang Terlindas Rantis Brimob terpilih sebagai peraih Alex dan Frans Mendur Trophy APFI Photo of The Year pada kategori Foto Spot.
Sementara itu, pewarta foto Edwin Putranto dari Republika berhasil meraih penghargaan kategori Foto Cerita Spot melalui karya berjudul Desa Hilang Tersapu Banjir.
Untuk kategori General News tunggal, penghargaan diberikan kepada Umarul Faruq dari LKBN ANTARA atas karya Evakuasi Jenazah Korban Ponpes Al-Khoziny.
Sedangkan kategori foto cerita General News dimenangkan oleh Rivan Awal Lingga melalui karya Kidung Sederhana di Tanah Bencana. Pada kategori tunggal People in the News, penghargaan diraih Jeprima WD dari Tribunnews.com lewat karya Tom Lembong Bebas.
Sementara kategori foto cerita People in the News dimenangkan Adi Maulana Ibrahim dari CNN Indonesia melalui karya Mengantar Kepergian Affan Kurniawan.
Di kategori Nature & Environment tunggal, penghargaan diberikan kepada Totok Wijayanto dari Kompas.com untuk karya Kondisi Pascabanjir di Aceh Tamiang.
Sedangkan kategori foto cerita Nature & Environment dimenangkan Chaideer Mahyuddin dengan karya The Last Hope.
Untuk kategori Art & Entertainment tunggal, piala diraih Wahdi Septiawan lewat karya Bekarang-Riang.
Adapun kategori foto cerita Art & Entertainment dimenangkan Andry Denisah dengan karya Wowine Wakatobi sebagai Simbol Kekuatan dan Kemandirian Perempuan.
Pada kategori Sport tunggal, penghargaan diraih Adryan Yoga melalui karya Kutukan Marques di Mandalika. Sedangkan kategori foto cerita Sport dimenangkan Agatha Capri lewat karya Dunia Singgah di Tanah Tertinggal.
Sementara itu, kategori Citizen tunggal dimenangkan oleh Fajar Samsumar dengan karya berjudul Cumulonimbus Raksasa Langit Pembawa Bencana.
Dalam kesempatan tersebut, PFI turut menyampaikan apresiasi kepada para sponsor dan mitra yang telah mendukung pelaksanaan APFI 2026, mulai dari seremoni penghargaan hingga pameran foto jurnalistik.
Dwi Pambudo menegaskan dukungan para mitra menjadi bagian penting dalam keberlangsungan penyelenggaraan APFI. Ia juga mengapresiasi kerja keras PFI Bogor serta seluruh pihak yang terus mendukung perkembangan foto jurnalistik di Indonesia.
Menurutnya, PFI bersyukur memiliki mitra yang tidak hanya sekadar memasang logo perusahaan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam peningkatan kapasitas dan potensi para jurnalis di Tanah Air.
"PFI bersyukur dapat memiliki mitra yang tidak hanya sekadar ingin menempelkan logonya, tetapi juga memberikan kontribusi atas peningkatan kapasitas dan potensi jurnalis di Indonesia,” ujar Dwi Pambudo.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus terjalin secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kegiatan PFI ke depan.
Editor : Eka Rahmawati