RADAR BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjaga dan melestarikan budaya Sunda. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pawai budaya dalam rangka Milangkala Tatar Sunda di Kota Bogor, Jumat, 8 Mei 2026.
Kegiatan budaya tersebut turut menghadirkan Mahkota Binokasih, yang menjadi simbol kejayaan Kerajaan Pajajaran.
Pawai budaya dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Wali Kota Bogor, Wali Kota Depok, serta sejumlah tokoh masyarakat dan budayawan Jawa Barat.
Kirab budaya tersebut dimeriahkan oleh 30 pertunjukan seni dan budaya yang mewakili 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, ditambah delegasi dari Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah.
Rudy menyampaikan bahwa momentum tersebut menjadi pengingat penting atas sejarah besar Tanah Sunda serta peran Kerajaan Pajajaran dalam perjalanan peradaban di Jawa Barat.
Menurutnya, kehadiran Mahkota Binokasih membangkitkan kembali kesadaran sejarah bahwa jauh sebelum Indonesia berdiri, telah ada Kerajaan Pajajaran beserta tokoh-tokoh yang membangun peradaban di wilayah Jawa Barat, termasuk Bogor.
Baca Juga: Gandeng IPB University, Pemkot Bogor Wacanakan Perbaikan Akses Cifor-Situ Gede
“Ini adalah salah satu wujud nyata merawat tradisi Sunda di Jawa Barat, khususnya sejarah Pajajaran, Mahkota Binokasih berangkat dari Bogor,” kata Rudy dalam keterangannya melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Bogor.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata dalam menjaga tradisi Sunda dan melestarikan sejarah Pajajaran. Rudy juga menyebut Mahkota Binokasih memiliki perjalanan sejarah yang erat dengan Bogor sebelum kini berada di Museum Sumedang Larang.
Rudy turut mengungkapkan rasa bangga atas kehadiran Gubernur Jawa Barat, Raja Sumedang, para tokoh adat, budayawan, dan berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberadaan Mahkota Binokasih di Bogor memiliki nilai historis yang kuat karena wilayah Bogor memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Pajajaran.
Ia menegaskan bahwa kemajuan dan modernisasi tidak boleh membuat masyarakat Sunda melupakan akar tradisi serta budayanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya, Rudy menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor telah membentuk Dinas Kebudayaan. Nantinya, dinas tersebut akan fokus menjaga dan melestarikan berbagai cagar budaya, baik berupa benda maupun warisan budaya tak benda yang ada di Kabupaten Bogor.
Editor : Eka Rahmawati