RADAR BOGOR - Warga kembali mendesak pembangunan Jembatan Leuwiceot penghubung Kecamatan Cisarua dan Megamendung.
Pasalnya, jembatan sementara yang dibangun semenjak Jembatan Leuwiceot putus, kini telah mengalami kerusakan dan dinilai membahayakan warga yang melintas.
Sementara warga meminta adanya jembatan permanen segera dibangun mengingat peristiwa putusnya Jembatan Leuwiceot telah terjadi satu tahun yang lalu pada Maret 2025.
Baca Juga: Waspada Ancaman Hantavirus, Berikut Gejala dan Cara Mencegah Infeksi Mematikan dari Tikus
Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Ajet Bazuni mengatakan, Jembatan Leuwiceot itu merupakan akses vital penghubung Desa Kopo, Cisarua dan Desa Cipayung Girang dan Cipayung Datar, Megamendung.
"Warga ini mengadakan aksi karena mereka terdampak kegiatan ekonomi dan pendidikannya. Sehingga kami meminta pemerintah daerah hingga pusat segera membangun jembatan ini," ujarnya, Minggu 10 Mei 2026.
Pihaknya pun mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane pada Kementerian PUPR untuk turut bertanggung jawab dalam percepatan pembangunan Jembatan Leuwiceot.
Baca Juga: Kabar Baik, Bansos PKH Tahap 2 Dikabarkan Cair di KKS BNI Hari Ini, Cek Daerah dan Nominalnya
Sebab, warga mengaku sudah geram menunggu terlalu lama terkait kepastian pembangunan dari pemerintah.
AMBS bahkan mengancam akan menggelar aksi besar-besaran di pusat Pemkab Bogor apabila tuntutan ini diabaikan.
"Masyarakat sudah lelah menunggu janji. Kalau tidak ada kepastian, kami siap menggeruduk Kantor Bupati Bogor," tegasnya.
Baca Juga: Tantangan Berat Timnas Indonesia di Piala Asia 2027, Satu Grup Bersama Jepang, Qatar, dan Thailand
Lebih jauh Ajet menuturkan, Bogor Selatan selama ini menjadi wilayah dengan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup besar bagi Kabupaten Bogor.
Dengan lambatnya penanganan infrastruktur dasar seperti jembatan, menjadi sebuah ironi lantaran kurangnya perharian serius pemerintah.
"PAD Bogor Selatan termasuk yang terbesar, tapi infrastruktur seperti jembatan saja tidak dihiraukan," tukasnya. (cok)
Editor : Yosep Awaludin