RADAR BOGOR - Sambang 2026 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Desa Sinarsari, Dramaga Kabupaten Bogor.
Mengusung tema 'SELARAS SEHAT: Seleksi Pangan Instan, utamakan Pangan Lokal demi Keluarga Sehat' dan merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan HMPPI IPB ini, hadir sebagai wadah edukasi sekaligus kebersamaan bersama warga Desa Sinarsari melalui rangkaian kegiatan interaktif dan penuh antusiasme.
Kegiatan Sambang 2026 di Desa Sinarsari ini juga didukung oleh berbagai sponsor, yaitu eventoory.id, LPA21 IPB, Rindang Coffee, dan Think fresh.
Acara dibuka secara resmi oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Sambang 2026, Rahmannisa Afra Afifa, Ketua Umum HMPPI IPB, Anindya Dhiyaulhaq Ariyanto, Pembina HMPPI IPB, Resa Ana Dina, S.K.M., M.Epid, serta Kepala Desa Sinarsari, Ukon.
Dalam sambutannya, seluruh pihak berharap Sambang 2026 dapat memberikan manfaat serta pengetahuan baru bagi masyarakat, khususnya terkait pentingnya menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi keluarga.
Kegiatan utama Sambang 2026 diawali dengan Seminar Gizi bersama Nutri Play & Connect yang dibawakan oleh Fathimah Nabilah M., S.Tr.Gz.
Mengangkat topik 'Anak tidak mau makan?', seminar ini membahas mengenai pentingnya mencakup pengenalan berbagai rasa pada anak sejak masa ASI eksklusif hingga MPASI.
Kemudian pentingnya pembiasaan konsumsi makanan sehat seperti sayur, buah, lauk hewani, dan sumber karbohidrat, serta dampak konsumsi makanan tinggi gula dan garam secara berlebihan pada anak.
Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai cara membangun kebiasaan makan sehat pada anak melalui penggantian camilan dengan makanan alami, membatasi konsumsi makanan instan secara bertahap, membawa bekal sendiri, serta melibatkan anak dalam proses memilih dan menyiapkan makanan.
Sebelum sesi materi dimulai, warga terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta terkait topik yang akan dibahas.
Suasana seminar berlangsung aktif dan penuh perhatian. Warga terlihat antusias menyimak materi yang disampaikan, mulai dari penjelasan mengenai pola makan sehat, pemenuhan gizi seimbang, hingga kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan keluarga.
Penyampaian materi yang interaktif dan mudah dipahami membuat seminar terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Antusiasme warga semakin terlihat saat sesi tanya jawab berlangsung. Banyak bapak dan ibu warga Desa Sinarsari yang aktif bertanya mengenai pola makan anak, kebutuhan gizi keluarga, hingga cara menjaga kebiasaan hidup sehat di rumah.
Baca Juga: Turun 5 Kg Demi Juara! Siswa SMA Kosgoro Bogor Sabet Emas di Ajang Tarung Bogor 2026
Setelah sesi seminar selesai, peserta kembali mengerjakan post-test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta setelah menerima materi selama seminar berlangsung.
Di sisi lain, keceriaan juga hadir melalui Stand Interaktif Anak yang diikuti oleh anak-anak warga Desa Sinarsari.
Berbagai permainan edukatif dan aktivitas menarik turut memeriahkan stand ini. Anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mengikuti mini games secara bergilir di setiap pos.
Pada Pos 1 'Kenali Makanan', peserta diajak menyortir berbagai gambar makanan ke dalam kategori makanan sehat dan makanan yang perlu dibatasi konsumsinya.
Melalui permainan ini, anak-anak belajar mengenali makanan bergizi seperti sayur, buah, ikan, telur, dan susu, serta memahami dampak konsumsi makanan instan secara berlebihan.
Selanjutnya pada Pos 2 'Mini Market Challenge', anak-anak bermain simulasi berbelanja menggunakan uang mainan untuk memilih bahan pangan sehat dengan anggaran terbatas.
Baca Juga: Banjir Saldo! BRI Cairkan PKH BPNT Tahap 2 secara Masif di Ratusan Daerah, Cek KKS Sekarang
Permainan ini mengajarkan bahwa makanan sehat tidak selalu mahal serta melatih anak memilih bahan pangan bergizi dengan bijak.
Sementara itu, pada Pos 3 'Tebak Pangan', peserta bermain tebak gambar pangan lokal dan pangan instan secara berkelompok dengan memberikan petunjuk kepada teman satu tim.
Melalui permainan ini, anak-anak dikenalkan pada ciri-ciri pangan lokal yang kaya nutrisi dibandingkan makanan instan yang tinggi gula, garam, dan rendah serat.
Seluruh rangkaian permainan berlangsung meriah dan penuh antusiasme, sehingga anak-anak dapat belajar mengenai pola makan sehat dengan cara yang menyenangkan.
Baca Juga: Suporter Bola Bikin Ulah di Ciseeng Bogor, Pria yang Hendak Beli Bensin Ini jadi Korbannya
Setelah seminar berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan lomba memasak yang diikuti oleh lima kelompok warga, dengan masing-masing kelompok terdiri dari empat orang.
Mengusung tema 'Hidangan Sehari-hari yang Disajikan Peserta di Rumah', lomba memasak ini menantang para peserta untuk mengolah hidangan kreatif, sehat, dan bergizi dengan bahan dasar sumber karbohidrat yang berbeda pada setiap kelompok.
Tim 1 mendapat bahan dasar singkong, Tim 2 ubi jalar, Tim 3 nasi putih, Tim 4 nasi merah, dan Tim 5 kentang.
Baca Juga: Drama VAR di Injury Time Saat Arsenal Kalahkan West Ham 1-0 Jadi Sorotan, Begini Penjelasannya
Melalui tantangan ini, peserta diajak untuk mengeksplorasi variasi menu rumahan yang tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai gizi yang baik untuk keluarga menjadi hidangan yang kreatif, sehat, dan bergizi.
Selama perlombaan berlangsung, suasana penuh semangat dan kerja sama terasa di setiap kelompok. Aroma masakan yang menggugah selera serta kreativitas peserta turut memeriahkan jalannya lomba.
Selain rangkaian kegiatan tersebut, Sambang 2026 juga menghadirkan layanan konsultasi gizi gratis bersama BKG IPB.
Melalui layanan ini, warga dapat berkonsultasi secara langsung mengenai kondisi gizi, pola makan, serta kebutuhan nutrisi yang sesuai untuk diri dan keluarga mereka.
Memasuki sesi awarding, diumumkan para pemenang lomba memasak mulai dari Juara 1 hingga Juara Harapan 2. Juara 1 berhasil diraih oleh Kelompok 3 RW 03.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian plakat penghargaan dan sertifikat kepada pihak Desa Sinarsari yang diwakili Kades Ukon, serta kepada Nutri Play & Connect dan BKG IPB sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan partisipasi dalam Sambang 2026.
Rangkaian kegiatan Sambang 2026 pun ditutup dengan penutupan oleh MC dan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta, warga, serta panitia.
Kehangatan dan antusiasme yang tercipta sepanjang acara menjadi harapan agar Sambang dapat terus menjadi kegiatan yang membawa manfaat sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. (***)
Editor : Yosep Awaludin