Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jalan Raya Puncak Bogor Kembali Dipenuhi PKL, PHRI Sebut Penertiban Belum Disertai Solusi

Septi Nulawam Harahap • Rabu, 13 Mei 2026 | 14:28 WIB
Satpol PP Kabupaten Bogor saat menertibkan PKL di Jalur Puncak. (Foto : Septi Nulawam H/Radar Bogor)
Satpol PP Kabupaten Bogor saat menertibkan PKL di Jalur Puncak. (Foto : Septi Nulawam H/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Jalan Raya Puncak kembali dipenuhi para Pedagang Kaki Lima (PKL). Mereka berjualan baik menggunakan gerobak mau pun kendaraan roda dua.

Pemkab Bogor pun secara rutin melakukan patroli hingga penertiban terhadap para PKL di sepanjang Jalan Raya Puncak, Cisarua. Namun tak ayal, PKL tetap kembali jika ada kesempatan.

Sekretaris BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto menyoroti penertiban PKL di Jalan Raya Puncak tersebut.

Baca Juga: Satgas P4GN Bogor Bongkar 45 Kasus Obat Keras Terlarang, 55 Tersangka dan 42 Ribu Pil Disita

Ia menilai, kebijakan tersebut belum disertai dengan solusi nyata dari pemerintah daerah, sehingga PKL nekat untuk kembali berjualan di jalur Puncak lantaran dipaksa keadaan ekonomi.

"PKL ditertibkan tanpa solusi, sedangkan pemerintah hanya mengandalkan Rest Area Gunung Mas, yang notabene kurang diminati oleh pedagang dan pengunjung," ungkapnya, Rabu 13 Mei 2026.

Menurut Boboy, Puncak merupakan kawasan wisata yang membutuhkan fasilitas pendukung bagi wisatawan maupun pedagang. 

Baca Juga: Perang yang Kita Bayar di SPBU

Sehingga penertiban PKL tanpa menyediakan tempat yang layak, hanya akan memunculkan persoalan baru di kawasan Puncak.

"Apabila pemerintah daerah memang ingin menata kawasan Puncak dengan meniadakan PKL liar, maka para pedagang harus diberikan fasilitas yang representatif agar tetap dapat berusaha dengan tertib dan nyaman," cetusnya.

Sekjen PHRI itu pun mengusulkan agar di sepanjang Jalur Puncak dibangun beberapa titik persinggahan atau shelter wisata yang dilengkapi fasilitas umum seperti toilet, mushola, dan tempat istirahat bagi wisatawan.

Baca Juga: Polres Bogor Ungkap 113 Kasus Narkoba Dalam 5 Bulan, 155 Tersangka Diamankan

Konsep shelter dengan penyeragaman bentuk bangunan, akan membuat kawasan wisata Puncak terlihat lebih tertata, menarik, dan nyaman bagi wisatawan.

"Seperti dibuat shelter yang ada toilet, mushola, tempat istirahat, lalu penyeragaman bentuk bangunan, kan jadi bagus dan menarik. PHRI juga siap juga ditugaskan untuk mengelola," tambahnya.

Boboy mengaku sempat mendengar adanya rencana pembangunan fasilitas tersebut oleh Pemkab Bogor. Namun hingga kini, pihaknya masih menunggu realisasi dari program tersebut.

"Kita tunggu saja nanti, karena kalau begini terus pasti tidak akan ada akhirnya. Selama PKL belum difasilitasi tempat yang representatif, pasti akan kucing-kucingan terus," katanya.

Baca Juga: Menko Airlangga dan Rusia Bahas Perdagangan hingga Energi, Indonesia Bidik Perluasan Pasar Ekspor ke Eurasia

Ia berharap, penataan kawasan Puncak ke depan dapat dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan solusi bagi semua pihak.

Sehingga kawasan wisata unggulan Kabupaten Bogor itu menjadi lebih tertib, nyaman, dan memiliki daya tarik wisata yang lebih baik.

"Kalau sudah dirapihkan dan ditata dengan baik, pasti kawasan Puncak akan lebih tertata," tukasnya. (cok)

Editor : Yosep Awaludin
#Jalan Raya Puncak #pkl #penertiban