RADAR BOGOR - Penanganan Jembatan Cigoha yang ambruk di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, mulai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Sebagai solusi sementara untuk memulihkan akses warga, Pemkab menyiapkan pembangunan Jembatan Bailey.
Material berupa kerangka besi jembatan darurat tersebut kini telah tiba di lokasi. Pengiriman dilakukan secara bertahap agar proses pemasangan bisa segera dikerjakan dan jalur penghubung masyarakat kembali dapat digunakan.
Kecamatan Tanjungsari diketahui berada di wilayah timur Kabupaten Bogor dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur serta Kabupaten Karawang.
Perwakilan Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU Kabupaten Bogor, Endang, mengatakan Jembatan Bailey yang akan dipasang memiliki panjang sekitar 27 meter. Ia menyebut seluruh komponen utama sudah berada di lokasi sejak Kamis malam.
“Rangka utama Jembatan Bailey sudah tiba di lokasi. Saat ini proses penurunan material telah selesai dan segera dilakukan pemasangan,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat, 15 Mei 2026.
Pemkab Bogor menegaskan percepatan perbaikan infrastruktur menjadi fokus utama, terutama pada titik kerusakan yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Cuma Bayar Parkir, Healing ke Leuwi Jambu Karawang, Wisata Air Gratis yang Segar dan Murah Meriah
Sebelumnya, Jembatan Cigoha ambruk akibat derasnya arus sungai pada Kamis, 16 April 2026. Jembatan yang menghubungkan Desa Antajaya dan Desa Buanajaya itu runtuh sehingga akses utama warga terputus total.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menjelaskan jembatan mengalami amblas dengan panjang sekitar 21 meter, tinggi 8 meter, dan lebar kurang lebih 6 meter.
Menurutnya, hasil koordinasi dengan Dinas PUPR memutuskan pembangunan Jembatan Bailey sebagai langkah penanganan darurat dalam jangka pendek.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga