Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cegah Potensi Penularan Hantavirus di Kabupaten Bogor, Dinkes Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Abilly Muhamad • Jumat, 15 Mei 2026 | 17:53 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap hantavirus. (Dok. Kepala Dinkes Kabupaten Bogor)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap hantavirus. (Dok. Kepala Dinkes Kabupaten Bogor)

RADAR BOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor meminta masyarakat lebih waspada terhadap potensi penyebaran Hantavirus yang ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty mengatakan, penularan virus dapat terjadi akibat paparan kotoran, urine, maupun air liur tikus yang mencemari lingkungan. Partikel dari limbah tikus yang beterbangan di udara juga berisiko terhirup dan memicu infeksi.

Selain melalui udara, menurutnya penularan bisa terjadi saat seseorang menyentuh benda yang telah terkontaminasi atau akibat gigitan tikus secara langsung.

Baca Juga: Dua Hari Kritis, Begini Kondisi Remaja yang Dipatuk Ular Berbisa di Pasir Jaya Kota Bogor setelah Teman Meninggal

"Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan benda atau area yang terkontaminasi serta gigitan tikus," kata Fusia dalam keterangannya Jumat, 15 Mei 2026.

Meski belum ditemukan laporan kasus di Kabupaten Bogor, Dinkes tetap mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal penyakit tersebut.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai di antaranya demam, nyeri otot, sakit kepala, badan terasa lemah, mual, muntah, nyeri perut, batuk hingga gangguan pernapasan.

Menurut Fusia, pada kondisi tertentu infeksi Hantavirus dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius sehingga membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 2 Rp600 Ribu Cair Mei 2026, Begini Cara Daftar Penerima Bantuan Secara Online

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, termasuk memastikan tidak ada celah yang memungkinkan tikus masuk ke area tempat tinggal maupun tempat penyimpanan makanan.

Dinkes juga menyarankan penggunaan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang diduga tercemar kotoran tikus. Proses pembersihan sebaiknya diawali dengan menyemprotkan cairan disinfektan atau air agar partikel debu tidak beterbangan.

Apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi virus tersebut, warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Selain memberikan imbauan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor saat ini terus menggencarkan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit menular di masyarakat.

 

"Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak panik dan mengingatkan kewaspadaan dengan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat," pungkasnya.(abl)

Editor : Eka Rahmawati
#Hantavirus #dinkes #kabupaten bogor