Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

RS Permata Jonggol Kupas Tuntas Masalah Penyakit Autoimun, Terungkap Fakta Bahwa Pasien Tetap Bisa Produktif

Abilly Muhamad • Senin, 18 Mei 2026 | 11:08 WIB
RS Permata Jonggol saat menggelar seminar soal panyakit autoimun. (Foto : Billy/Radar Bogor)
RS Permata Jonggol saat menggelar seminar soal panyakit autoimun. (Foto : Billy/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - RS Permata Jonggol menggelar seminar kesehatan publik pada Senin 18 Mei 2026.

Seminar yang digelar di Aula RS Permata Jonggol ini, diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri dari pasien, keluarga, tenaga kesehatan dan komunitas peduli autoimun.

Seminar di RS Permata Jonggol ini bertajuk 'Autoimun apakah bisa sembuh? kupas fakta, mitos dan harapan bersama ahlinya'.

Baca Juga: Cari Menu Rumahan Praktis yang Cocok untuk Keluarga? Semur Bola-Bola Daging Sapi Empuk Bisa Jadi Pilihan, Begini Resepnya

Seminar ini dirancang agar informasi sampai ke pihak yang paling membutuhkan. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang menganggap penyakit autoimun sebagai vonis seumur hidup tanpa harapan.

Dengan begitu, melalui seminar ini, RS Permata Jonggol ingin meluruskan informasi yang keliru dan memberikan pemahaman berbasis medis tentang peluang pengelolaan penyakit autoimun.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi, dr. Adi Kurniawan menjelaskan bahwa, autoimun memang belum bisa disembuhkan secara total.

Baca Juga: Resmi Ditetapkan 27 Mei 2026, Jadwal Libur Hari Raya Idul Adha 1447 H Berpotensi 4 Hari

Namun, kata Adi, autoimun dapat dikendalikan dengan baik melalui diagnosis dini dan terapi yang tepat.

"Yang perlu diluruskan adalah kata sembuh. Pada autoimun, tujuan terapi adalah mencapai remisi, yaitu kondisi di mana penyakit tidak aktif dan pasien bisa beraktifitas normal. Banyak pasien yang sudah bertahun-tahun hidup produktif dengan kondisi ini," kata Adi, Senin 18 Mei 2026.

Sebagai ahlinya, Adi juga membantah beberapa mitos yang beredar, seperti anggapan bahwa autoimun hanya menyerang lansia, hanya bisa ditangani dengan obat keras, atau tidak boleh berolahraga.

Baca Juga: Tiga Bansos Lanjutan Siap Menyambut KPM PKH dan BPNT, Berikut Skema Penyaluran dari Bantuan Pangan hingga YAPI

Saat diskusi digelar, berjalan interaktif, dengan beberapa pertanyaan seputar pola makan, kehamilan pada pasien lupus hingga efek samping obat imunosupresan.

Sementara, Direktur RS Permata Jonggol, dr. Sri Handayani menyampaikan, edukasi publik adalah bagian penting dari pelayanan rumah sakit.

Banyak pasien datang dalam kondisi sudah komplikasi karena terlambat mendapat informasi yang benar.

"Melalui seminar ini, kami ingin memberikan harapan bahwa dengan penanganan tepat, pasien autoimun tetap bisa memiliki kualitas hidup yang baik. RS Permata Jonggol siap menjadi mitra dalam perjalanan pengobatan mereka," ungkapnya.

Baca Juga: Update Senin, 18 Mei 2026: Penyaluran Bansos BPNT Masuk Termin Susulan dan Fenomena KPM Penerima Dana Ganda

Oleh karena itu, RS Permata Jonggol memiliki Autoimun Center yang dapat melayani diagnosis, terapi dan pemantauan pasien secara komprehensif dengan pendekatan multidisiplin. (abl)

Editor : Yosep Awaludin
#seminar #autoimun #RS Permata Jonggol