Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jalan Desa di Sukamakmur Bogor Alami Pergerakan Tanah, Akses Warga Kampung Pancuran dan Kampung Jereged Terancam Putus

Muhammad Ali • Senin, 18 Mei 2026 | 22:48 WIB
Pergerakan tanah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. (BPBD Kabupaten Bogor)
Pergerakan tanah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. (BPBD Kabupaten Bogor)

RADAR BOGOR – Akses jalan satu-satunya yang menghubungkan Kampung Pancuran dengan Kampung Jereged, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, terancam putus akibat pergerakan tanah yang terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan pergerakan tanah terjadi di badan jalan dengan panjang kurang lebih 80 meter, tinggi sekitar 5 meter, dan lebar jalan sekitar 4 meter.

Menurutnya, meski masih bisa dilalui, kondisi jalan kini mengalami retakan dan pergeseran sehingga membahayakan pengguna jalan.

Baca Juga: Jalan Menuju Desa Malasari Nanggung Bogor Longsor Jelang Perayaan HJB ke-544

“Hujan yang berlangsung cukup lama serta kondisi tanah yang labil, ditambah adanya saluran air pada samping jalan yang mengalami rembesan, mengakibatkan jalan penghubung Kampung Pancuran dengan Jereged mengalami pergerakan tanah,” ujarnya kepada Radar Bogor, Senin, 18 Mei 2026.

Adam mengungkapkan kondisi tanah di lokasi masih terus bergerak, terutama saat hujan turun. Ia khawatir jika tidak segera ditangani, jalan desa tersebut dapat mengalami kerusakan lebih parah hingga putus total.

“Jalan ini merupakan akses satu-satunya warga dengan status jalan desa,” jelasnya.

Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Banjir Terjang Jalanan dan Pemukiman di Kota Bogor hingga Tembok Ambruk di Yasmin

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Bogor telah memasang garis pengaman atau BPBD line di area terdampak. Warga juga diminta lebih berhati-hati saat melintas, terutama ketika hujan turun.

Adam menyebutkan sejumlah kebutuhan mendesak di lokasi, di antaranya pembangunan tembok penahan tanah (TPT), pemasangan bronjong, dan terpal guna meminimalisir risiko longsor susulan.

“Sangat dibutuhkan pengecekan dan penanganan dari dinas teknis terkait,” tutupnya. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #pergerakan tanah #Sukamakmur #jalan