RADAR BOGOR – Forum Musyawarah Ulama atau FORMULA Kabupaten Bogor sukses menggelar kegiatan Silaturahmi Ulama pada Minggu 17 Mei 2026.
Acara ini dirangkaikan dengan pembentukan kepengurusan FORMULA Kabupaten Bogor, peresmian Gedung Darul A’mal Center, serta peresmian Koperasi Syariah Formula dan Santri.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Inisiator FORMULA sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma'ruf Amin.
Turut hadir Ketua Umum FORMULA Dr. KH. Arif Fahruddin, Ketua MUI Bogor, para ulama, kiai, tokoh agama se-Kabupaten Bogor, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah.
Acara diawali dengan pembukaan khidmat dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Ketua Panitia, Gus Haji Ahmad Kusaeri, M.M., menegaskan pentingnya membangun kebersamaan umat melalui wadah musyawarah para ulama.
Selanjutnya, Ketua Umum FORMULA, Dr. KH. Arif Fahruddin, memimpin konsolidasi dan ikrar kepengurusan FORMULA Kabupaten Bogor.
Ia menekankan pentingnya persatuan ulama dalam menghadapi tantangan umat serta mendorong penguatan dakwah dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Puncak acara ditandai dengan prosesi peresmian Gedung Darul A’mal Center secara langsung oleh Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin melalui penandatanganan prasasti.
Momentum ini diisi dengan refleksi keilmuan dan keulamaan sebagai arah penguatan FORMULA ke depan agar memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
4 Dasar Pemikiran FORMULA dari KH Ma’ruf Amin
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin menyampaikan empat poin dasar pemikiran penting mengenai peran FORMULA:
- Menghadapi Zamanul Iltibas (Zaman Kesamaran)
Ulama dan santri wajib hadir sebagai penapis (filter) informasi untuk mencerahkan umat di tengah derasnya arus disrupsi dan hoaks. Pesantren harus menjadi benteng moral, akidah, dan akhlak bangsa.
- Respons Tantangan Multi-Sektoral:
Forum ini memperkuat peran global ulama dan santri dalam menghadapi tantangan kompleks yang tidak terbatas pada urusan keagamaan saja, melainkan mencakup kebangsaan, pendidikan, ekonomi, hingga sosial budaya.
- Tauhidul Harakah (Penyatuan Gerakan)
Menjadi ruang silaturahmi yang membangun konektivitas lintas generasi dan lintas ormas Islam (seperti NU dan Muhammadiyah) untuk mengusung Islam Wasathiyah (moderasi beragama).
Baca Juga: 8 Kafe 24 Jam di Bogor yang Cocok untuk Nugas, WFC, dan Nongkrong Sampai Pagi
FORMULA ditegaskan sebagai forum musyawarah (mudzakarah) murni untuk kemaslahatan umat, bukan ormas atau organisasi politik.
- Konsep Fa'il (Subjek Aktif), Bukan Maf'ul Bihi (Objek)
Mendorong ulama dan santri menjadi pelaku aktif dan motor perubahan zaman dalam kehidupan berbangsa, bukan sekadar menjadi objek penonton sejarah. Santri harus mandiri dan berdaya.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang berlangsung penuh kekhusyukan.
Jalannya acara berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan antusiasme tinggi dari para tamu undangan yang siap mendukung program keumatan dan ekonomi syariah dari FORMULA. (***)
Editor : Yosep Awaludin