Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Wahid Foundation dan Yayasan Inklusif Dorong Ketahanan Sosial Lewat FGD Praktik Baik Program GCERF di Bogor

Muhammad Ali • Rabu, 20 Mei 2026 | 12:40 WIB
Foto bersama usai kegiatan FGD yang diselenggarakan Wahid Foundation dan Yayasan Inklusif. (Foto: Dok Pribadi for Radar Bogor)
Foto bersama usai kegiatan FGD yang diselenggarakan Wahid Foundation dan Yayasan Inklusif. (Foto: Dok Pribadi for Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Wahid Foundation bersama Yayasan Inklusif menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Bogor.

FGD yang digelar di Hotel Salak, Kota Bogor itu, bertajuk Kompilasi Praktik Baik dan Pembelajaran Program GCERF (Global Community Engagement and Resilience Fund) 2025.

Kegiatan FGD tersebut menjadi ruang refleksi bersama untuk mendengarkan berbagai praktik baik pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperkuat dalam implementasi program ke depan.

FGD menghadirkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, pemerintah desa, kelompok masyarakat, hingga perwakilan komunitas dampingan program.

M. Zainal Fanani mewakili Wahid Foundation mengatakan, forum ini menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan konteks lokal di Kabupaten Bogor.

“Program ini bukan hanya tentang pelaksanaan kegiatan, tetapi bagaimana membangun ruang kolaborasi, memperkuat kepercayaan, dan memastikan masyarakat memiliki kapasitas untuk menjaga ketahanan sosial secara berkelanjutan,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 20 Mei 2026.

Baca Juga: Update Rabu, 20 Mei 2026 BPNT Kuartal 2, Bank BNI Perluas Distribusi Lintas Angkatan KKS, Pengguna Bank Ini dalam Antrean

Pemerintah desa dan Gugus Tugas Desa Damai menyampaikan bahwa program telah membantu meningkatkan pemahaman masyarakat terkait isu ekstremisme kekerasan.

Kemudian memperkuat komunikasi antar pihak di tingkat desa, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kohesi sosial dan ketahanan komunitas.

Kepala Desa Pamijahan, Kusnadi, menyampaikan bahwa meskipun manfaat program belum sepenuhnya dirasakan secara luas oleh masyarakat, keberadaan Gugus Tugas telah menjadi ruang penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan ekstremisme dan penguatan kapasitas di tingkat desa.

“Ke depan kami berharap Gugus Tugas dapat semakin mandiri dan mampu menjalankan berbagai inisiatif sosial secara berkelanjutan tanpa selalu bergantung pada dukungan pihak luar,” katanya.

Selain itu, forum juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung reintegrasi sosial dan pelayanan dasar bagi mitra inklusif.

Kujang Prima mewakili Satgaswil Jawa Barat Densus 88 Antiteror menyampaikan bahwa program ini telah membuka ruang komunikasi antara aparat pemerintah, masyarakat desa, dan para pemangku kepentingan lainnya, sehingga memperkuat koordinasi dalam upaya reintegrasi dan penguatan ketahanan sosial masyarakat.

“Terbangunnya komunikasi antar pihak hingga tingkat desa menjadi modal penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan reintegrasi sosial di masyarakat,” ungkapnya.

Perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bogor turut menyampaikan dukungan terhadap pemenuhan administrasi kependudukan bagi mitra inklusif melalui pelayanan khusus dan penguatan kerja sama lintas lembaga.

Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Bogor, DPMPTSP Kabupaten Bogor, serta Kementerian Agama Kabupaten Bogor memaparkan berbagai layanan yang dapat diakses masyarakat.

Mulai dari pengurusan izin usaha, perbaikan data bantuan sosial, layanan sertifikasi halal, hingga fasilitasi layanan administrasi keagamaan.

Baca Juga: Update Rabu, 20 Mei 2026 BPNT Kuartal 2, Bank BNI Perluas Distribusi Lintas Angkatan KKS, Pengguna Bank Ini dalam Antrean

Dalam diskusi, peserta juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi program kepada kelompok pemuda dan masyarakat luas agar narasi perdamaian, toleransi, dan ketahanan sosial dapat lebih mudah diterima serta relevan dengan konteks masyarakat saat ini.

Perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor, Fiqri Paturahman, menyampaikan apresiasi terhadap upaya kolaboratif yang telah dibangun berbagai pihak melalui program tersebut.

“Penguatan ketahanan sosial tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan keterlibatan pemerintah, masyarakat sipil, komunitas, dan masyarakat desa agar nilai-nilai toleransi dan kohesi sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat,” tuturnya.

FGD ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai masukan terhadap pengembangan program ke depan.

Termasuk perlunya memperluas ruang partisipasi masyarakat, memperkuat sinergi antar lembaga.

Serta mendorong kemandirian Gugus Tugas Desa Damai agar dapat terus menjalankan inisiatif sosial secara berkelanjutan di tingkat komunitas.

Ke depan, Wahid Foundation bersama Yayasan Inklusif berharap praktik-praktik baik yang telah tumbuh di Kabupaten Bogor dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya bersama membangun masyarakat yang inklusif, tangguh, damai, dan harmonis. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#Wahid Foundation #program #kabupaten bogor #fgd