RADAR BOGOR - Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Wasto Sumarno memastikan pihaknya akan menindaklanjuti polemik rencana study tour atau Education Training Plus (ETP) yang sebelumnya direncanakan oleh SMPN 1 Rancabungur.
Meski pihak sekolah telah menyatakan membatalkan kegiatan tersebut setelah muncul keberatan dari sejumlah wali murid, DPRD tetap akan menyikapi persoalan itu karena berkaitan dengan sektor pendidikan.
Menurut Wasto, pihaknya akan melihat kondisi di lapangan agar persoalan tersebut tetap berjalan kondusif tanpa mengganggu proses pendidikan.
Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Bogor Soroti PPPK Paruh Waktu Terjerat Kasus Sabu, Minta Ditindak Tegas
Ia juga menyebut Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor saat ini tengah meminta pandangan dari berbagai pihak, termasuk Bupati Bogor, terkait polemik yang berkembang di masyarakat.
"Komisi 4 juga tentu akan menyikapi kebijakan ini sesuai kondisi di lapangan, semoga semua tetap kondusif karena ini terkait soal pendidikan," ujar Wasto, Rabu, 20 Mei 2026.
Sudah Dipanggil Dinas Pendidikan
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy membenarkan bahwa pihaknya telah memanggil manajemen sekolah serta komite SMPN 1 Rancabungur untuk dimintai klarifikasi.
Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Bogor Soroti PPPK Paruh Waktu Terjerat Kasus Sabu, Minta Ditindak Tegas
Pemanggilan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait rencana kegiatan study tour yang sempat menuai protes.
Di sisi lain, beredar flyer digital berisi ajakan aksi unjuk rasa di lingkungan SMPN 1 Rancabungur yang diinisiasi Aliansi Muda Perjuangan Rakyat Bogor atau Ampera.
Aksi tersebut direncanakan berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026 dengan membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan evaluasi manajemen sekolah.(cr1)
Editor : Eka Rahmawati