Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jangan Sembarangan Pakai Obat Tetes Mata, RSUD R Moh Noh Nur Ungkap Bahaya Mata Merah yang Bisa Picu Kebutaan

Yosep Awaludin • Kamis, 21 Mei 2026 | 08:00 WIB
RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Bogor edukasi tentang mata merah. (Dok. RSUD R Moh Noh Nur)
RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Bogor edukasi tentang mata merah. (Dok. RSUD R Moh Noh Nur)

RADAR BOGOR — Keluhan mata merah kerap dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Banyak orang memilih membeli obat tetes mata secara bebas tanpa memeriksakan diri ke dokter.

Padahal, kondisi mata merah tersebut bisa menjadi tanda gangguan kesehatan mata yang serius dan berisiko menyebabkan kerusakan penglihatan permanen.

Melalui kegiatan edukasi kesehatan yang digelar Selasa, 19 Mei 2026, RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan obat tetes mata, terutama yang mengandung steroid.

Dalam penyuluhan tersebut, dr. Diniar Syabillania menjelaskan bahwa mata merah atau hiperemia konjungtiva memiliki banyak penyebab, mulai dari iritasi ringan, alergi, infeksi virus dan bakteri, hingga gangguan serius seperti keratitis, uveitis, dan glaukoma akut.

Menurutnya, setiap kasus mata merah membutuhkan penanganan yang berbeda sesuai penyebabnya.

Karena itu, penggunaan obat tanpa pemeriksaan medis justru dapat memperparah kondisi mata.

Baca Juga: Gempa M 4,7 Guncang Pangandaran Dini Hari, BMKG Sebut Dipicu Sesar Aktif Bawah Laut

“Keluhan mata merah tidak bisa dianggap sama pada setiap pasien. Diperlukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya sehingga terapi yang diberikan tepat. Penggunaan obat tetes mata tanpa anjuran medis berpotensi menimbulkan komplikasi yang lebih berat,” ujar dr. Diniar.

Ia juga mengingatkan bahaya penggunaan obat tetes mata berbahan steroid secara bebas.

Penggunaan steroid tanpa pengawasan dokter dapat meningkatkan tekanan bola mata, memperburuk infeksi virus maupun jamur, memperlambat penyembuhan luka kornea, hingga meningkatkan risiko glaukoma dan katarak jika dipakai dalam jangka panjang.

Selain itu, penggunaan antibiotik tetes mata yang tidak sesuai indikasi juga dapat menyebabkan resistensi bakteri sehingga pengobatan menjadi kurang efektif.

Dalam edukasi tersebut, masyarakat turut diberikan pemahaman mengenai tanda bahaya mata merah yang harus segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.

Di antaranya nyeri hebat pada mata, pandangan kabur mendadak, sensitif berlebihan terhadap cahaya, muncul cairan kuning atau hijau dari mata, riwayat cedera mata, terkena bahan kimia, hingga keluhan yang disertai mual dan sakit kepala berat.

Gejala-gejala tersebut dapat mengarah pada kondisi darurat mata yang memerlukan penanganan cepat agar tidak menimbulkan gangguan penglihatan permanen.

RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang juga mengimbau masyarakat menerapkan langkah penanganan awal yang aman apabila mengalami mata merah ringan akibat iritasi atau kelelahan.

Baca Juga: Banyak Warga Langsung Belanja Saat Bansos Cair, Padahal Ada Kebutuhan Penting yang Sering Terlupakan

Beberapa di antaranya dengan membatasi penggunaan gadget terlalu lama, tidak mengucek mata, menjaga kebersihan tangan, melakukan kompres dingin, dan menghentikan sementara penggunaan lensa kontak.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta tidak melakukan pengobatan mandiri berkepanjangan tanpa konsultasi tenaga kesehatan.

Melalui kegiatan edukasi ini, RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mata semakin meningkat.

Pemeriksaan dini dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serta menjaga fungsi penglihatan tetap optimal. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#Mata Merah #obat tetes mata #bogor #RSUD R Moh Noh Nur