RADAR BOGOR – Di tengah pesatnya perkembangan destinasi wisata di kawasan Puncak, masih ada sebuah desa yang mampu mempertahankan kesejukan alam sekaligus kekayaan budayanya.
Desa Wisata Batulayang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi salah satu destinasi yang menawarkan pengalaman wisata alam, budaya, hingga aktivitas relaksasi dalam satu kawasan.
Berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung, Desa Batulayang memiliki kualitas udara yang masih sangat baik dengan suhu berkisar antara 18 hingga 24 derajat Celsius.
Kondisi tersebut membuat suasana desa terasa sejuk dan asri, jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Kawasan Desa Batulayang memiliki potensi wisata alam yang terus berkembang dan diminati wisatawan, terutama mereka yang mencari ketenangan serta udara segar khas pegunungan.
Keberadaan sejumlah air terjun alami menjadi daya tarik utama yang membuat wisatawan tertarik datang ke Desa Wisata Batulayang.
Curug Kembar dan Curug Asmarandana Jadi Primadona Wisatawan
Keindahan alam Desa Batulayang semakin lengkap dengan keberadaan Curug Kembar dan Curug Asmarandana.
Dua air terjun tersebut dikenal memiliki panorama alami dengan suasana hutan yang masih terjaga.
Banyak wisatawan memanfaatkan kawasan tersebut untuk relaksasi, menikmati udara segar, hingga melakukan aktivitas terapi alam karena kualitas lingkungan yang masih sangat baik.
Hamparan pemandangan hijau yang luas juga menjadi sajian utama bagi pengunjung.
Tak sedikit wisatawan yang datang untuk berburu foto, menikmati sunrise, atau sekadar melepas penat dari aktivitas sehari-hari.
Wisata Budaya Angklung dan Jaipong Sambut Pengunjung
Tak hanya mengandalkan wisata alam, Desa Batulayang juga memiliki daya tarik budaya yang kuat.
Kesenian angklung dan tari jaipong menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang terus dilestarikan hingga saat ini.
Pertunjukan angklung dan jaipong biasanya ditampilkan sebagai ritual penyambutan tamu maupun paket hiburan malam bagi wisatawan yang menginap.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara warga dan wisatawan yang berkunjung ke desa wisata tersebut.
Camping Ground hingga Wisata Pertanian Lengkapi Aktivitas Liburan
Selain wisata alam dan budaya, Desa Batulayang juga menyediakan berbagai fasilitas wisata buatan yang mendukung kenyamanan pengunjung.
Mulai dari camping ground, homestay, pondokan wisata, hingga area pemandian Pangojayan Caimandala tersedia bagi wisatawan.
Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Srikandi PLN UPT Bogor Gelar Bakti Sosial dan Santuni Santri
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat mencoba aktivitas wisata pertanian, kerajinan rajut, serta berbagai kerajinan tangan hasil karya masyarakat setempat.
Fasilitas pendukung lainnya seperti area parkir, kafetaria, musholla, kamar mandi umum, kios suvenir, kuliner khas, outbound, jungle tracking, hingga spot foto juga tersedia untuk melengkapi pengalaman wisata.
Potensi Wisata Desa Batulayang Terus Dikembangkan
Desa Batulayang memiliki jumlah penduduk sekitar 9.541 jiwa yang terdiri dari 5.106 laki-laki dan 4.435 perempuan.
Wilayah desa terbagi menjadi dua dusun, empat rukun warga, dan 23 rukun tetangga.
Setiap wilayah di Desa Batulayang memiliki karakteristik dan potensi wisata yang berbeda.
Hal itu menjadi kekuatan tersendiri dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat.
"Seru banget healing di kawasan Batulayang," ungkap salah satu wisatawan asal Jakarta, Stevanus kepada Radar Bogor.
Dengan perpaduan alam yang masih alami, budaya lokal yang tetap lestari, serta fasilitas wisata yang terus berkembang, Desa Wisata Batulayang dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu destinasi unggulan di kawasan Kabupaten Bogor dan Puncak. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti