RADAR BOGOR - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, mulai memperketat pengawasan penyaluran bantuan sosial atau Bansos setelah muncul banyak laporan warga terkait penerima bantuan yang dinilai sudah berkecukupan secara ekonomi.
Langkah evaluasi dilakukan untuk memastikan Bansos pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Selama ini, sejumlah penerima Bansos dinilai masih tercatat layak secara administrasi, namun kondisi ekonominya di lapangan justru dianggap sudah mapan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma'ruf menyampaikan, penilaian penerima Bansos tidak bisa hanya dilihat dari penampilan luar semata.
Pernyataan tersebut disampaikan Farid saat menghadiri kegiatan di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, Cibinong, pada 21 Mei 2026.
Menurutnya, ada masyarakat yang terlihat sederhana, namun ternyata memiliki kemampuan ekonomi cukup tinggi setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut.
Dinsos Temukan Penerima Bansos Punya Usaha Besar
Saat ini, jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bogor mencapai sekitar 163 ribu keluarga penerima manfaat.
Sementara jika digabung dengan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), total penerima bansos mencapai sekitar 380 ribu kepala keluarga.
Farid menjelaskan, evaluasi data bansos dipicu banyak laporan masyarakat terkait ketimpangan penerima bantuan di lapangan.
Menurut laporan yang diterima Dinsos, terdapat warga yang sudah memiliki kendaraan, rumah layak, bahkan usaha besar tetapi masih menerima bantuan sosial.
Di sisi lain, masih ada warga yang hidup sendiri dan serba kekurangan justru belum tersentuh bantuan.
Karena itu, Dinsos kini menerapkan pola jemput bola dan asesmen langsung ke lapangan untuk memverifikasi kondisi ekonomi penerima bansos secara nyata.
Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah penerima bansos yang tinggal di kontrakan dan terlihat sederhana, tetapi ternyata memiliki usaha bengkel dengan kemampuan menggaji pegawai hingga puluhan juta rupiah setiap bulan.
Farid menilai kasus semacam itu perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan khusus agar bantuan tidak salah sasaran.
Fenomena “Pamer” Saat Ambil Bansos Jadi Sorotan
Dalam proses verifikasi lapangan, Dinsos juga menemukan sejumlah kasus yang dianggap janggal.
Mulai dari penerima ganda, warga dengan penampilan mencolok saat mengambil bantuan, hingga pelaku usaha yang ekonominya dinilai sudah jauh dari kategori miskin.
Farid mengungkapkan, ada penerima bansos yang datang dengan penampilan mewah dan mengenakan banyak perhiasan ketika mengambil bantuan sosial.
Menurutnya, kondisi seperti itu menjadi perhatian serius karena bantuan sosial seharusnya diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Dinsos pun meminta petugas lebih tegas dan konsisten melakukan asesmen lapangan terhadap kasus-kasus yang dianggap tidak wajar.
Rumah Penerima Bansos Akan Diberi Label, Warga Diajak Ikut Mengawasi
Untuk memperkuat transparansi penyaluran bantuan, Dinsos Kabupaten Bogor kini mendorong program labelisasi rumah penerima manfaat.
Kebijakan tersebut dilakukan agar masyarakat dapat ikut mengawasi penyaluran bansos secara terbuka dan mencegah praktik penerima bantuan yang tidak tepat sasaran.
Farid menegaskan program bansos tidak boleh terkesan tertutup atau “umpet-umpetan”.
Menurutnya, masyarakat juga berhak mengetahui siapa saja yang menerima bantuan dari pemerintah.
Korban Game Online Terlarang dan Pinjol Tidak Otomatis Diprioritaskan
Selain memperketat verifikasi penerima bansos, Dinsos Kabupaten Bogor juga mulai lebih selektif terhadap warga yang mengalami kesulitan ekonomi akibat game online terlarang maupun pinjaman online.
Farid menilai, kondisi tersebut berbeda dengan kemiskinan struktural yang memang terjadi karena keterbatasan ekonomi sejak awal.
Menurutnya, kemiskinan akibat game online terlarang merupakan konsekuensi dari pilihan pribadi sehingga perlu dibedakan dalam proses penilaian bantuan sosial.
Farid menegaskan, evaluasi data bansos akan terus dilakukan agar bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan diterima masyarakat yang paling membutuhkan. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti