RADAR BOGOR - Menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah, Institut Pertanian Bogor (IPB) University menerjunkan ratusan petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban ke berbagai wilayah di Jabodetabek.
Langkah ini, dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang disembelih dalam kondisi sehat dan daging yang dibagikan kepada masyarakat aman dikonsumsi.
Sebanyak 525 personel diterjunkan dalam program pengawasan kurban tahun ini.
Mereka terdiri dari dosen, dokter hewan, mahasiswa profesi, hingga mahasiswa sarjana dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB.
Para petugas akan disebar ke sejumlah daerah, mulai dari Jakarta, Bogor, hingga Depok dan wilayah sekitarnya.
Pemeriksaan Dilakukan Sebelum dan Sesudah Penyembelihan
Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet mengatakan, para petugas memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan ibadah kurban yang sesuai syariat dan standar kesehatan.
Dalam keterangannya pada Jumat, 22 Mei 2026, Alim menjelaskan, ketika petugas menyatakan daging kurban aman dikonsumsi, maka mereka sejatinya sedang menjaga dua aspek sekaligus, yakni kesehatan publik dan kesempurnaan ibadah umat.
"Petugas periksa secara ketat," ucapnya.
IPB menyebut proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.
Pengawasan dimulai dari pengecekan kondisi kesehatan hewan sebelum disembelih hingga pemeriksaan daging setelah proses pemotongan selesai dilakukan.
Selain itu, petugas juga dibekali tugas memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan daging kurban yang higienis serta pentingnya memperhatikan kesejahteraan hewan.
Waspadai PMK, LSD, hingga Antraks Saat Musim Kurban
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban tahun ini difokuskan untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit hewan menular, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skin disease (LSD), antraks, serta penyakit zoonosis lainnya yang berpotensi menular ke manusia.
Ketua Pelaksana Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Daging Kurban 1447 H, Ardilasunu Wicaksono, menyebut kesadaran masyarakat terkait pentingnya pemeriksaan kesehatan hewan kurban terus meningkat setiap tahun.
Menurutnya, masyarakat kini semakin peduli untuk memastikan hewan yang dikurbankan benar-benar sehat dan daging yang dibagikan aman dikonsumsi.
Ratusan Petugas Disebar di Jabodetabek
Dari total 525 personel yang diterjunkan, sebanyak 205 petugas ditempatkan di wilayah DKI Jakarta dan 187 petugas lainnya disebar di Kota Bogor.
Sementara sisanya bertugas di sejumlah daerah lain di kawasan Jabodetabek.
Pengawasan kurban tahun ini juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, Ketut Wirata, mengatakan pengawasan dilakukan secara nasional dengan melibatkan berbagai pihak.
Ia menjelaskan pengawasan kesehatan hewan kurban melibatkan pemerintah daerah, organisasi profesi, perguruan tinggi, hingga instansi terkait lainnya untuk memastikan keamanan pangan asal hewan selama momentum Iduladha.
Keamanan Daging Kurban Jadi Perhatian Utama
Peningkatan pengawasan hewan kurban menjadi perhatian penting menjelang Hari Raya Iduladha, terutama setelah munculnya berbagai kasus penyakit hewan menular dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui pemeriksaan yang lebih ketat, pemerintah dan perguruan tinggi berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman, nyaman, dan tanpa kekhawatiran terhadap kualitas daging yang dikonsumsi. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti