RADAR BOGOR - Puluhan orang tua siswa SDN Kertajaya 04, Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, beramai-ramai mendatangi sekolah pada Sabtu 23 Mei 2026.
Kedatangan mereka bertujuan, untuk memberikan klarifikasi sekaligus membantah kabar yang menyebutkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) terkait biaya acara samenan atau pelepasan siswa akhir tahun di sekolah tersebut.
Salah seorang perwakilan wali murid, Navizah menegaskan, isu pungli yang beredar sama tidak benar.
Menurutnya, biaya untuk menggelar acara samenan tersebut murni hasil keputusan dan kesepakatan bersama seluruh orang tua siswa, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, melalui forum rapat yang telah digelar sebelumnya.
"Kami semua, para wali murid, sudah sepakat mengadakan rapat untuk melaksanakan acara samenan akhir tahun ini. Pihak sekolah hanya memberikan fasilitas tempat saja, sedangkan guru-guru sama sekali tidak ikut campur atau mengintervensi isi rapat tersebut," jelas Navizah di hadapan wartawan.
Ia juga menambahkan, besaran biaya yang telah disetujui tidak bersifat memaksa dan tidak membebani para orang tua.
Forum wali murid tetap memberikan kelonggaran penuh bagi keluarga yang kurang mampu agar tidak merasa terbebani.
"Kami semua setuju dan tidak ada yang merasa keberatan. Bahkan jika ada orang tua yang memang tidak bisa membayar, kami tidak memberatkan atau membebani mereka. Namun sayang, ada wali murid yang entah dari kelas berapa, justru melaporkan saya dan menuduh ada pungli untuk pembiayaan akhir tahun di SDN Kertajaya 04 ini," keluhnya.
Senada dengan Navizah, wali murid lainnya juga menyatakan hal serupa.
Ia menekankan, inisiatif untuk mengadakan acara perpisahan tersebut murni datang dari aspirasi para orang tua siswa, bukan atas arahan atau paksaan dari pihak sekolah maupun dewan guru.
"Alhamdulillah, kami para wali murid SDN Kertajaya 04 sepakat dengan biaya tersebut. Ini bukan anjuran dari guru-guru, melainkan kesepakatan bersama yang lahir dari kami sendiri selaku orang tua murid," ujarnya.
Aksi tersebut ditutup dengan seruan kompak dari puluhan ibu-ibu wali murid yang hadir di halaman sekolah.
Saat ditanya kembali mengenai kebulatan suara mereka terkait acara tersebut, secara serentak dan lantang mereka berteriak, "Sepakat!" sambil mengacungkan jari sebagai bentuk dukungan penuh terhadap hasil musyawarah yang telah mereka buat.
Berdasarkan keterangan Fitri Noviyani, selaku Guru Kelas 6 di SDN Kertajaya 04, pihak sekolah menegaskan tidak tahu-menahu mengenai urusan anggaran untuk kegiatan samenan atau pelepasan siswa akhir tahun tersebut.
Fitri menjelaskan, penentuan biaya murni merupakan hasil kesepakatan dari forum wali murid sendiri, sementara pihak sekolah hanya memfasilitasi tempat untuk pelaksanaan rapat.
"Pihak sekolah tidak tahu dengan anggaran apa pun karena itu kesepakatan wali murid. Kami hanya memberikan tempat untuk rapat dan tidak ada guru yang ikut dalam rapat tersebut. Semua diserahkan ke wali murid," ujar Fitri Noviyani.
Fitri mengklaim, kabar mengenai dugaan pungutan liar (pungli) di sekolahnya adalah tidak benar.
Ia menambahkan, SDN Kertajaya 04 pada tahun ini meluluskan sebanyak 52 siswa kelas 6.
Acara samenan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 Juni dengan memanfaatkan area halaman sekolah. (sir)
Editor : Siti Dewi Yanti