RADAR BOGOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor mencatat, adanya peningkatan tingkat penghunian kamar hotel dan pergerakan wisatawan nusantara sepanjang Maret 2026.
Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan perhotelan di Kabupaten Bogor setelah mengalami dinamika okupansi pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan laporan yang dirilis di laman resmi BPS Kabupaten Bogor, pada Maret 2026 tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Kabupaten Bogor mencapai 25,63 persen.
Angka tersebut meningkat 1,43 poin dibanding Februari 2026 yang berada di level 24,20 persen.
Peningkatan tingkat penghunian kamar secara umum menunjukkan, adanya pertumbuhan aktivitas wisata dan perjalanan masyarakat menuju wilayah Kabupaten Bogor selama periode Maret 2026.
Hotel Nonbintang Menguat, Hotel Bintang Justru Mengalami Penurunan
Meski tingkat penghunian kamar secara keseluruhan mengalami kenaikan, kondisi berbeda terjadi pada kategori hotel bintang.
Pada Maret 2026, tingkat penghunian kamar hotel bintang tercatat sebesar 32,03 persen atau turun 2,33 poin dibanding Februari 2026 yang mencapai 34,36 persen.
Sementara itu, hotel nonbintang justru menunjukkan tren positif.
Tingkat penghunian kamar hotel nonbintang naik menjadi 14,13 persen dari sebelumnya 12,65 persen pada Februari 2026.
Peningkatan okupansi hotel nonbintang dinilai mencerminkan tingginya minat wisatawan domestik terhadap penginapan dengan harga lebih terjangkau, terutama menjelang periode libur dan aktivitas wisata akhir pekan di kawasan Bogor.
Wisatawan Nusantara ke Kabupaten Bogor Tembus 3,1 Juta Perjalanan
Lonjakan signifikan juga terjadi pada jumlah perjalanan wisatawan nusantara atau wisnus ke Kabupaten Bogor.
Sepanjang Maret 2026, jumlah perjalanan wisnus tercatat mencapai 3.119.548 perjalanan.
Jumlah tersebut meningkat 27,59 persen dibanding Februari 2026 yang tercatat sebanyak 2.444.958 perjalanan.
Ya, melonjaknya angka perjalanan wisatawan domestik tersebut menunjukkan, Kabupaten Bogor masih jadi destinasi favorit masyarakat untuk berlibur, terutama untuk wisatawan asal Jabodetabek yang memanfaatkan kawasan Puncak dan sekitarnya sebagai tujuan wisata singkat.
Rata-rata Lama Menginap Tamu Hotel Masih Relatif Singkat
BPS Kabupaten Bogor juga mencatat rata-rata lama menginap tamu hotel selama Maret 2026 berada di angka 1,27 malam.
Jika dirinci berdasarkan klasifikasi hotel, tamu hotel bintang rata-rata menginap selama 1,32 malam.
Sedangkan, tamu hotel nonbintang menghabiskan waktu menginap sekitar 1,11 malam.
Sementara itu, berdasarkan jenis tamu, wisatawan asing tercatat memiliki rata-rata lama menginap lebih panjang yakni 1,69 malam.
Adapun wisatawan domestik rata-rata menginap selama 1,26 malam.
Kondisi tersebut menunjukkan, mayoritas wisatawan masih menjadikan Kabupaten Bogor sebagai destinasi wisata jangka pendek atau short escape, terutama untuk perjalanan akhir pekan dan liburan singkat.
Sektor Pariwisata Kabupaten Bogor Dinilai Mulai Bergairah
Meningkatnya jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan kenaikan okupansi hotel nonbintang menjadi indikasi sektor pariwisata Kabupaten Bogor mulai kembali bergairah pada awal 2026.
Baca Juga: Esports World Cup 2026 Resmi Digelar di Paris, Hadirkan Hadiah Lebih dari Rp1,2 Triliun
Pergerakan wisatawan yang terus meningkat diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha hotel, restoran, destinasi wisata, hingga sektor UMKM yang bergantung pada aktivitas pariwisata di Kabupaten Bogor. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti