Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Liburan Kilat Jadi Tren, Durasi Menginap Wisatawan di Kabupaten Bogor Makin Singkat

Siti Dewi Yanti • Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:07 WIB
Berkurangnya waktu libur wisatawan di Kabupaten Bogor memengaruhi hunian hotel.
Berkurangnya waktu libur wisatawan di Kabupaten Bogor memengaruhi hunian hotel.

RADAR BOGOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor mencatat, adanya penurunan rata-rata lama menginap tamu hotel di Kabupaten Bogor hingga Maret 2026. 

Fenomena ini menunjukkan, perubahan pola perjalanan wisatawan yang kini lebih memilih liburan singkat dibanding menghabiskan waktu lebih lama di hotel.

Berdasarkan laporan di laman resmi BPS Kabupaten Bogor, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel pada Maret 2026 tercatat sebesar 1,27 malam. 

Angka tersebut turun 0,11 malam dibanding Februari 2026 yang mencapai 1,38 malam.

Baca Juga: Laporan Pengujian Saldo Fisik Bansos KKS Tahap 2 dengan Nominal Saldo Berbeda-beda, KPM Wajib Aktif Tanya ke Petugas

Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, rata-rata lama menginap tamu juga mengalami penurunan sebesar 0,09 malam dari 1,36 malam pada Maret 2025.

Tren penurunan lama menginap ini mengindikasikan, wisatawan kini cenderung melakukan perjalanan dengan durasi yang lebih singkat, khususnya untuk kebutuhan liburan akhir pekan dan perjalanan cepat dari wilayah Jabodetabek.

Hotel Bintang Ikut Terdampak, Lama Menginap Tamu Menurun

Penurunan rata-rata lama menginap juga terjadi pada hotel berbintang di Kabupaten Bogor. 

Selama Maret 2026, rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang tercatat sebesar 1,32 malam atau turun 0,17 malam dibanding Februari 2026.

Penurunan tersebut terjadi pada seluruh kategori tamu, baik wisatawan asing maupun domestik.

BPS Kabupaten Bogor mencatat rata-rata lama menginap tamu asing di hotel berbintang mencapai 1,60 malam, lebih rendah dibanding Februari 2026 yang sebesar 1,92 malam.

Sementara itu, tamu domestik juga mengalami penurunan durasi menginap dari 1,48 malam menjadi 1,32 malam.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa wisatawan kini lebih banyak memilih perjalanan singkat tanpa menginap terlalu lama, meskipun tetap memanfaatkan fasilitas hotel berbintang sebagai tempat beristirahat.

Tamu Asing di Hotel Nonbintang Bertahan Lebih Lama

Berbeda dengan tren umum, tamu asing di hotel nonbintang justru tercatat memiliki durasi menginap yang cukup panjang.

Pada Maret 2026, rata-rata lama menginap tamu hotel nonbintang berada di angka 1,11 malam atau turun 0,06 malam dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 1,17 malam.

Baca Juga: Tren Baru Industri Penginapan di Tengah Lonjakan Wisatawan, Hotel Melati di Kabupaten Bogor Tumbuh 5,60 Poin

Namun jika dirinci berdasarkan jenis tamu, wisatawan asing di hotel nonbintang rata-rata menginap selama 2,78 malam. 

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding wisatawan domestik yang hanya menginap sekitar 1,10 malam.

Fenomena tersebut menunjukkan, sebagian wisatawan mancanegara masih memilih penginapan nonbintang untuk perjalanan dengan durasi lebih panjang, kemungkinan karena faktor biaya yang lebih terjangkau serta kedekatan dengan destinasi wisata alam di Kabupaten Bogor.

Perubahan Pola Wisatawan Jadi Tantangan Baru Industri Hotel

Menurunnya rata-rata lama menginap tamu, menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri perhotelan di Kabupaten Bogor. 

Meski jumlah kunjungan wisatawan tetap tinggi, durasi inap yang semakin pendek dapat memengaruhi tingkat pendapatan hotel.

Pola perjalanan masyarakat kini semakin fleksibel dan cepat, terutama dengan meningkatnya tren short trip atau wisata singkat yang banyak dipilih wisatawan domestik.

Pelaku industri hotel pun diharapkan mulai menyesuaikan strategi layanan dan promosi agar mampu menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama di Kabupaten Bogor. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
#hotel #bps #kabupaten bogor