Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

HJB ke-544 Digelar di Malasari Nanggung, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Jadi Momentum Mengulang Sejarah

Abilly Muhamad • Senin, 25 Mei 2026 | 10:00 WIB
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara menyambut positif pelaksanaan HJB ke 544 di Desa Malasari, Nanggung.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara menyambut positif pelaksanaan HJB ke 544 di Desa Malasari, Nanggung.

RADAR BOGOR – Perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026 dipastikan berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pemkab Bogor memilih Desa Wisata Malasari, Kecamatan Nanggung, sebagai pusat pelaksanaan rangkaian peringatan HJB tahun ini.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyambut positif keputusan pelaksanaan HJB tersebut. 

Menurutnya, pemilihan Malasari bukan sekadar lokasi seremoni, tetapi juga menjadi upaya menghidupkan kembali nilai sejarah dan perjuangan Bumi Tegar Beriman.

Rangkaian peringatan HJB ke-544 dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni 2026 dengan agenda utama berupa upacara peringatan dan rapat paripurna istimewa.

Sastra menilai langkah Bupati Bogor yang memilih Malasari sebagai lokasi utama perayaan memiliki makna historis yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Periode BPNT dan PKH yang Baru Berubah ke April-Juni 2026, Pencairan Diprediksi di Bulan Juni, Simak Selengkapnya

“Pak Bupati ingin seluruh masyarakat kembali mengingat perjalanan sejarah Kabupaten Bogor. Karena itu, peringatan HJB ke-544 ini secara khusus dipusatkan di Malasari,” ujar Sastra Winara, Senin 25 Mei 2026.

Ia menambahkan, pelaksanaan HJB di kawasan wisata Malasari diharapkan menghadirkan semangat baru dalam memperingati hari jadi Kabupaten Bogor.

“Perayaan tahun ini membawa semangat baru karena dilaksanakan langsung di Malasari,” katanya.

Tak hanya berbeda dari sisi lokasi, nuansa budaya Sunda juga akan menjadi bagian penting dalam perayaan HJB tahun ini.

DPRD Kabupaten Bogor bersama unsur pemerintah disebut akan menggunakan pakaian adat Sunda sebagai dress code acara.

Sastra mengungkapkan, penggunaan busana khas Sunda dilakukan agar suasana perayaan terasa lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

“Di tata tertib DPRD memang menggunakan pakaian Sunda, tetapi kami juga berencana mengenakan pangsi supaya lebih membaur dan dekat dengan masyarakat di sana,” jelasnya.

Pelaksanaan HJB ke-544 di Desa Wisata Malasari diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mampu memperkuat nilai sejarah, budaya, dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Bogor. (abl)

Editor : Yosep Awaludin
#HJB #pemkab bogor #Sastra Winara #malasari