RADAR BOGOR - Petugas gabungan melakukan penertiban bangunan dan lapak pedagang di sejumlah titik wilayah Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Penertiban difokuskan di sepanjang Jalan Raya Leuwiliang mulai dari perbatasan wilayah Cibungbulang hingga perbatasan Leuwisadeng. Selain itu, kegiatan juga dilakukan di Jalan Lingkar Leuwiliang.
Kepala Seksi Trantib Kecamatan Leuwiliang, Doni Junia menjelaskan, penertiban menyasar bangunan yang berdiri di bahu jalan, trotoar, maupun ruang milik jalan.
Menurutnya, tahapan penertiban diawali dengan sosialisasi kepada pemilik bangunan sejak awal Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan pemberian surat peringatan hingga tahap pembongkaran.
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP Kecamatan Leuwiliang melibatkan sejumlah instansi terkait seperti UPT Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor, Ditjen Bina Marga, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor, Damkar Sektor Leuwiliang, hingga unsur organisasi masyarakat dan kepemudaan.
Baca Juga: IPB University Buka Program Beasiswa untuk Wartawan, Pendaftaran Ditutup 19 Juni 2026
Doni menyebut sebagian besar pedagang memilih membongkar bangunannya secara mandiri setelah menerima surat peringatan dari petugas. Sementara bangunan yang belum dibongkar kemudian ditertibkan bersama jajaran Muspika dan instansi terkait.
Ia menambahkan, penataan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menyambut Hari Jadi Bogor ke-544. Sejumlah agenda HJB nantinya dipusatkan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, dengan akses jalur yang melintasi wilayah Leuwiliang.
Karena itu, penataan dilakukan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib sekaligus mengurangi potensi kemacetan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Pemerintah Kecamatan Leuwiliang menegaskan akan terus melakukan pengawasan rutin agar trotoar, bahu jalan, dan ruang milik jalan tidak kembali digunakan sebagai lokasi berjualan liar.
"Kami akan melakukan monitoring rutin sehingga wilayah Kecamatan Leuwiliang dapat menjadi kawasan yang lebih tertib, asri dan nyaman bagi masyarakat maupun para pendatang," kata Doni.(cok)
Editor : Eka Rahmawati