RADAR BOGOR – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Program Studi Pendidikan Masyarakat Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada 19–20 Mei 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Keluarga Sehat, Aman, dan Berdaya melalui Pengasuhan Positif dan Literasi Digital Berbasis Hak Anak”.
Program ini diikuti para ibu yang memiliki anak usia prasekolah hingga usia sekolah. Bahkan sejumlah peserta turut membawa anak mereka sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran keluarga yang bersifat partisipatif.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Hafid Abbas selaku ketua tim sekaligus narasumber utama bersama jajaran dosen UNJ lainnya.
Mahasiswa juga dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari implementasi pembelajaran di luar kampus.
UNJ Dorong Penguatan Pengasuhan Anak di Era Digital
Kepala Desa Sukaharja, Atika, S.Pd.I., membuka langsung kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin antara Desa Sukaharja dengan UNJ.
Ia menilai program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat terkait pendidikan keluarga dan pemberdayaan masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital.
“Kami mengapresiasi UNJ yang terus konsisten menghadirkan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan penelitian di wilayah Sukamakmur. Harapannya, masyarakat tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang lebih unggul,” ujarnya.
Program pengabdian ini digelar sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan pengasuhan anak di era digital.
Sebagai desa binaan Program Studi Pendidikan Masyarakat FIP UNJ, Desa Sukaharja diharapkan mampu memperkuat perlindungan hak anak sekaligus meningkatkan peran keluarga dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Edukasi Literasi Digital dan Co-Parenting
Melalui pendekatan co-parenting, kegiatan ini menekankan pentingnya kerja sama antara ayah, ibu, serta lingkungan sosial dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Materi yang diberikan mencakup perlindungan hak anak, komunikasi keluarga yang sehat, pendampingan penggunaan gawai dan media sosial, hingga peningkatan kesadaran orang tua terhadap berbagai risiko digital.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Hafid Abbas menegaskan bahwa pola pengasuhan anak harus dibangun dengan empati dan tanggung jawab bersama.
“Anak bukanlah beban, melainkan amanah yang harus dijaga, dididik, dan dibimbing bersama oleh keluarga,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan peran orang tua dalam mendampingi anak.
“Ketika anak menggunakan gawai, mereka tetap membutuhkan pengawasan dan pendampingan dari orang tua,” tambahnya.
Baca Juga: Pencairan Bansos YAPI Terhambat di Berbagai Daerah, KPM Diimbau Cek Dokumen Penting Ini
Dukung SDGs dan Pendidikan Sepanjang Hayat
Program pengabdian masyarakat ini sejalan dengan visi Pendidikan Masyarakat dalam memberdayakan komunitas melalui konsep pendidikan sepanjang hayat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, perlindungan anak, serta penguatan institusi keluarga.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian UNJ akan melakukan pendampingan secara berkala, baik melalui kunjungan langsung maupun forum orang tua yang telah dibentuk.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang belajar bersama yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sukaharja.
Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari warga. Ketua PKK Desa Sukaharja, Siti Khadijah, menilai program tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memahami pola pengasuhan anak yang tepat di era digital.
“Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat untuk belajar bersama mengenai pengasuhan dan pemenuhan hak anak. Kami berharap edukasi seperti ini bisa terus berlanjut ke depannya,” tuturnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin