RADAR BOGOR - Rumah penyalur pekerja migran disatroni pencuri di Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Kamis 21 Mei 2026 lalu. Korban berharap pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Megamendung segera menangkap pelaku.
Dalam aksi pencurian tersebut pelaku menggasak sejumlah barang berharga dengan total senilai kurang lebih Rp90 juta dan diduga dilakukan oleh 4 orang.
Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polsek Megamendung, Bogor dan setelah lebih dari sepekan, belum ada tanda-tanda terungkapnya kasus tersebut.
Korban Ghahtan menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 21 Mei 2026 lalu sekitar pukul 04.00 WIB.
Baca Juga: Fasilitas Ramah Anak di Perpustakaan Kota Bogor Makin Lengkap, Minat Baca Didorong Sejak Dini
"Rumah kami dirampok oleh empat orang, di dalam rumah ada saya, istri, dan anak berumur 5 tahun, saya sadar waktu antar anak sekolah bahwa semua pintu rumah sudah terbuka," ujar Ghahtan, Jumat, 29 Mei 2026.
Laptop hingga Handphone Raib
Saat diperiksa, lanjut Ghahtan, barang-barang berharga miliknya telah hilang di antaranya laptop, handphone, hingga jam tangan pintar.
Ia pun segera memeriksa CCTV rumahnya dan menemukan ada sebanyak 4 orang terduga pelaku yang masuk ke dalam rumahnya dan mengambil barang-barang tersebut.
"Kemudian saya langsung melapor ke Polsek Megamendung dan kami juga mengecek lokasi I Phone melalui aplikasi dan rupanya sudah ada di daerah Cikupa, Tangerang," jelasnya.
Di hari yang sama, Ghahtan juga menerima telepon dari bank yang memberitahukan bahwa ada percobaan membuka akses ke rekening dan kartu kredit miliknya di salah satu minimarket di wilayah Tajur, Kota Bogor.
Ia langsung mendatangi minimarket tersebut dan meminta rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dalam videonya, ia menemukan dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku.
"Kami coba telusuri pencocokan wajah, dan kita temukan di sosial media salah satu terduga pelaku atas nama ARR, warga Lampung, yang mungkin sudah pindah ke Tangerang, bekerja sebagai sopir angkot," bebernya.
Dari temuan-temuan tersebut, Ghahtan berharap kasusnya mendapat perhatian dari pihak kepolisian. Terlebih, kasus serupa juga terjadi di sekitar rumahnya di Kampung dan Desa Gadog, Megamendung.
Ghahtan juga menduga, aksi para pelaku ini kemungkinan berkaitan dengan pekerjaannya sebagai penyalur pekerja migran.
"Apalagi ini jalur pariwisata, bahkan ada Pos Gadog yang bagus, mungkin ini untuk keamanan daerah sini bisa lebih baik dan saya harapkan segera kasus saya terungkap seluas-luasnya agar keadilan buat saya," tandasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati