Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

IHDC Youth Gaungkan Sarapan Bergizi di Bogor, Ajak Santri Terapkan Pola Makan Sehat Sejak Dini

Rani Puspitasari Sinaga • Senin, 1 Juni 2026 | 11:37 WIB
IHDC Youth saat memamerkan menu Sarapan Bergizi di Bogor. Foto: IHDC for Radar Bogor
IHDC Youth saat memamerkan menu Sarapan Bergizi di Bogor. Foto: IHDC for Radar Bogor

RADAR BOGOR – Komitmen meningkatkan kesadaran gizi di kalangan generasi muda terus dilakukan IHDC Youth melalui program Sarapan Bergizi yang digelar bersama para santri di Pesantren Alam Pangrango, Bogor, Sabtu, 30 Mei 2026.

Program Sarapan Bergizi di Bogor yang menjadi bagian dari gerakan kepemudaan di bidang kesehatan pada IHDC Youth ini menggabungkan edukasi gizi dengan praktik langsung.

Sehingga peserta Sarapan Bergizi di Pesantren Alam Pangrango Bogor yang dilakukan IHDC Youth tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Juni Ceria 2026, Sinkronisasi SIKS-NG Rampung, Pemerintah Gulirkan 7 Klaster Bansos Serentak Mulai Awal Bulan

IHDC Youth sendiri merupakan organisasi kepemudaan yang lahir pada 2025 dengan misi mendorong anak muda berperan aktif dalam pembangunan kesehatan Indonesia.

Melalui berbagai program, organisasi ini mengajak generasi muda dari beragam latar belakang untuk berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat.

Pesantren Alam Pangrango dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena dinilai memiliki lingkungan belajar yang mendukung integrasi antara edukasi gizi dan pemanfaatan sumber pangan lokal.

Dalam kegiatan tersebut, para santri diajak mengenal pentingnya pola makan sehat melalui pemanfaatan hasil panen kebun pesantren sebagai bahan pangan sehari-hari.

Baca Juga: Ribuan Warga Ramaikan HJB ke-544 di Lapangan Sempur, Pagerawi 3 Kota Bogor Gelar Donor Darah hingga Pentas Budaya Sunda

Ketua IHDC Youth, Eriq Moeloek, menegaskan bahwa isu gizi memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mempersiapkan kualitas generasi masa depan.

Menurutnya, program Sarapan Bergizi merupakan bentuk dukungan terhadap berbagai upaya peningkatan kualitas gizi yang saat ini menjadi perhatian nasional.

"Kami ingin anak muda ikut berkontribusi melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui program ini, kami berharap kebiasaan makan sehat dapat tumbuh sejak usia dini," ujarnya.

Baca Juga: Resep Potato Omelette Keju Lumer untuk Sarapan, Praktis Dibuat dan Dijamin Bikin Kenyang

Dalam pelaksanaannya, peserta diperkenalkan pada konsep Pedoman Gizi Seimbang dan prinsip Isi Piringku sebagai panduan praktis dalam menyusun menu harian yang sehat dan seimbang.

Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya konsumsi makanan beragam untuk menunjang kesehatan dan kemampuan belajar anak maupun remaja.

Program tersebut juga melibatkan ahli gizi Elsa Hilman-Jenie, yang turut menyusun materi edukasi sejak awal.

Selain membahas pola makan sehat, para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai higiene dan sanitasi pangan, termasuk praktik enam langkah mencuci tangan, kebersihan pengolahan makanan, hingga penerapan sistem dapur satu arah (one way kitchen flow) guna mencegah kontaminasi silang.

Baca Juga: Kerap Menelan Korban Jiwa, Warga Minta Lintasan Kereta di Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor Segera Diberi Pagar Pembatas

Elsa menjelaskan bahwa pemahaman tentang keamanan pangan harus berjalan seiring dengan edukasi gizi.

"Pola makan sehat tidak hanya berbicara tentang apa yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana makanan dipilih, diolah, dan disajikan dengan aman," katanya.

Salah satu keunikan program ini adalah penerapan konsep from farm to table, di mana para santri memanfaatkan hasil kebun pesantren seperti singkong, kangkung, labu siam, dan kacang panjang untuk diolah menjadi menu sarapan bergizi.

Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami proses perjalanan pangan, mulai dari budidaya hingga menjadi makanan yang tersaji di meja makan.

Baca Juga: Vision Band, Ketika Para Dosen Unpak Bogor Lintas Disiplin Ilmu Mengeluarkan Kemampuan Bermusik

Program ini juga mengenalkan pentingnya diversifikasi pangan. Para santri diajak memahami bahwa sumber karbohidrat tidak hanya berasal dari nasi. Singkong hasil panen pesantren, misalnya, dimanfaatkan sebagai alternatif bahan pangan yang dapat diolah menjadi berbagai menu sehat dan bernutrisi.

Eriq menambahkan, tujuan jangka panjang program Sarapan Bergizi bukan sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Karena itu, peserta dilibatkan secara aktif dalam seluruh proses pembelajaran, mulai dari menyiapkan bahan makanan hingga mengolah dan menyajikannya.

"Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama kegiatan ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun saat kembali ke rumah," tuturnya.

Baca Juga: 5 Destinasi Perbukitan Paling Eksotis di Kalimantan: Dari Sensasi Negeri di Atas Awan hingga Petualangan Hutan Purba

Program Sarapan Bergizi sendiri telah berjalan secara berkelanjutan di Pesantren Alam Pangrango sejak akhir 2025. Pengalaman dan hasil dari pelaksanaan program tersebut akan menjadi dasar bagi IHDC Youth untuk menyusun model edukasi gizi yang dapat diterapkan di sekolah, pesantren, maupun lembaga pendidikan lainnya di berbagai daerah.

Ke depan, IHDC Youth berharap semakin banyak komunitas, institusi pendidikan, dan berbagai pihak yang dapat berkolaborasi dalam memperkuat edukasi gizi serta membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#IHDC Youth #sarapan bergizi #bogor