RADAR BOGOR - Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi mengungkapkan bahwa proses pembangunan jalan alternatif Leuwiliang - Rancabungur solusi dalam mengatasi kemacetan di wilayah Dramaga akan segera dilakukan. Saat ini proses menunggu pendelegasian dari Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Barat untuk pembebasan lahan.
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi mengatakan, proses pembangunan jalan alternatif Leuwiliang - Rancabungur telah melewati beberapa tahapan.
"Untuk jalan Leuwiliang-Rancabungur tim pengadaan lahan itu lebih mengawal salah satunya administrasi dari mulai tahapan ke tahapan, ada 13 tahapan, 12 tahapan sudah dilalui sampai ke Penlok, PKKPR, Aprraisal," kata Ade Ruhandi, Senin, 1 Juni 2026.
Sehingga, kata wakil bupati yang kerap disapa Jaro Ade itu saat ini hanya tinggal menunggu Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Jawa Barat mendelegasikan ke BPN Kabupaten Bogor.
"Sehingga melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah yang ditugaskan terkait dengan anggaran," jelasnya.
Jika pendelegasian sudah dibentuk dari Kanwil ke BPN Kabupaten Bogor, menurut Jaro Ade maka akan keluar Surat Keputusan Pembentukan Tim Panitia Pembebasan Tanah (P2T).
Kawal Pembebasan Lahan
Ia menjelaskan, terkait dengan pembebasan tanah, pemerintah daerah tidak masuk ke ranah persoalan pembebasan.
"Kami hanya mengawal bahwa ini betul clear tanah si A, B terus kalau ada kendala di lapangan kami yang melakukan mediasi melakukan komunikasi dengan para pemilik lahan," terangnya.
"Contohnya ada pemilik lahan tanah wakaf, nanti solusinya seperti apa, terus ada misalnya ada makam nanti solusi apa itu nanti itu tugas-tugas kami dan ini sudah selesai dengan penlok keluar," sambungnya.
Artinya, jika penetapan lokasi (penlok) telah keluar, masyarakat telah mendukung sepenuhnya rencana pembangunan jalur alternatif yang akan segera dibangun itu.
Jaro Ade berharap saat pembebasan lahan itu tidak ada lagi sampai titik kontingensi di pengadilan.
"Jadi semuanya mudah-mudahan bisa berjalan, karena kalau sudah ditetapkan sudah berjalan tidak menutup kemungkinan misalnya ada sedikit-sedikit yang memang terkendala penerima biasanya," pungkasnya.(abl)
Editor : Eka Rahmawati