Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menilik Perjalanan Napak Tilas Pemkab Bogor Bersama IMI Kabupaten Bogor pada HJB ke-544

Septi Nulawam Harahap • Selasa, 2 Juni 2026 | 23:37 WIB
Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pengurus Cabang Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten melakukan Napak Tilas pada peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. (Septi N/Radar Bogor)
Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pengurus Cabang Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten melakukan Napak Tilas pada peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. (Septi N/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pengurus Cabang Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten melakukan Napak Tilas dalam peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Perjalanan bersejarah ini dimulai dari Pendopo Kawedanaan Jasinga, salah satu situs penting yang pernah menjadi markas perjuangan darurat pada masa awal kemerdekaan. 

Dari lokasi Pendopo Eks Kewedanaan Jasinga, peserta napak tilas menyusuri rute yang dahulu dilalui Bupati pertama Bogor, Raden Ipik Gandamana, saat mempertahankan roda pemerintahan di tengah situasi genting pasca kemerdekaan dan Agresi Militer Belanda II tahun 1948.

Baca Juga: Presiden Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang Ditunjuk Jadi Kepala BGN yang Baru

Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade mengatakan, bahwa meski terkesan mendadak, tetapi kegiatan napak tilas ini penting dilakukan guna mengenang sekaligus menyelami sejarah Bogor di zaman pasca kemerdekaan.

"Di perjalanan napak tilas ini, banyak masyarakat yang bercerita bagaimana masih ada peninggalan Bapak Ipik Gandamanah dalam perjuangannya memimpin Bogor," ujar Jaro Ade Selasa, 2 Juni 2026.

Peserta napak tilas yang mengendarai kendaraan roda dua itu kemudian bergerak melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Kampung Ciparengpeng, Kampung Cijairin, Kampung Ciear hingga Kampung Jamang di Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya. 

Kampung Jamang menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan karena menjadi lokasi persinggahan Raden Ipik Gandamana saat menjalankan tugas pemerintahan pada masa perjuangan.

Aksi Sosial Bagi-Bagi Paket Sembako

Tak hanya mengenang sejarah, napak tilas juga diisi dengan aksi sosial. Di sepanjang perjalanan, peserta membagikan sekitar 400 paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi dalam momentum HJB ke-544.

Perjalanan kemudian berakhir di Pendopo Malasari yang merupakan kantor pemerintahan darurat pertama Bupati Bogor pada masa perjuangan. 

Bangunan yang awalnya merupakan rumah Kepala Desa pertama Malasari, Bapak Ining, kini telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya.

Jaro Ade memastikan akan menyampaikan cerita napak tilas ini ke Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Ia pun mengusulkan agar bekas rumah Ipik Gandamana dibangun ulang tanpa menghilangkan khasnya sebagai rumah panggung.

"Dan alhamdulillah kita bisa sampai ke pusat pemerintahan zaman Bapak Ipik Gandamanah, bersama IMI di dalamnya anggota DPRD, kepala desa dan lainnya. Ini mengingatkan perjalanan sejarah di momen HJB," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pengcab IMI Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom menambahkan, bahwa kegiatan napak tilas ini bertujuan mengingatkan masyarakat akan sejarah panjang perjuangan para pendahulu dalam membangun Kabupaten Bogor.

Melalui napak tilas tersebut, semangat perjuangan para pendiri Kabupaten Bogor diharapkan akan kembali dihidupkan. 

"Napak tilas ini kami lakukan agar masyarakat Kabupaten Bogor tidak melupakan sejarah daerahnya sendiri. Ini juga menjadi bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjuang dan mengorbankan segalanya demi Kabupaten Bogor," pungkas.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #HJB #napak tilas #imi