Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

IFACE Resmi Bergerak dari Bogor, Siapkan Ekosistem Film dan Konten Digital Berbasis Nilai Islam Menuju Pasar Global

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 3 Juni 2026 | 20:51 WIB
IFACE mengadakan pertemuan perdana, Rabu 3 Juni 2026.
IFACE mengadakan pertemuan perdana, Rabu 3 Juni 2026.

RADAR BOGOR - Semangat membangun industri kreatif yang berdaya saing global, terasa kuat dalam pertemuan perdana ICMI Film Academy & Creative Ecosystem (IFACE) yang digelar di Universitas Tazkia, Bogor, Rabu (3/6/2026).

Forum yang mempertemukan akademisi, pelaku industri kreatif, pejabat pemerintah, serta komunitas kreatif tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan visi dalam membangun ekosistem film, konten digital, dan industri kreatif yang berlandaskan nilai-nilai Islam, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor.

Mengusung tema “Membangun Ekosistem Film, Konten Digital, dan Industri Kreatif Berbasis Nilai Islam, Inovasi, dan Kolaborasi Global”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan arah pengembangan industri kreatif Indonesia ke depan.

IFACE Dorong Kolaborasi untuk Menciptakan Perubahan Nyata

Ketua Umum IFACE, Sutopo, membuka kegiatan dengan menegaskan pentingnya membangun sinergi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan. 

Baca Juga: Pendaftaran SPMB Dimulai, Orang Tua Siswa di Bogor Makin Sibuk Perbaiki Data Kependudukan

Menurutnya, industri kreatif membutuhkan wadah yang mampu menghubungkan ide, talenta, dan peluang agar menghasilkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam pemaparannya, Sutopo menjelaskan, IFACE memiliki visi menjadi katalisator lahirnya karya-karya kreatif yang tidak hanya kompetitif secara bisnis, tetapi juga membawa nilai dan manfaat sosial. 

"IFACE mempunyai visi yang besar," ucapnya.

Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi tumbuhnya ekosistem kreatif yang berkelanjutan dan relevan dengan perkembangan zaman.

Potensi Pasar Konten Digital Rp450 Triliun, Kualitas Masih Jadi Tantangan

Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta disampaikan oleh Wakil Ketua I IFACE, Harlan Bestari Bengardi. 

Ia memaparkan, besarnya peluang industri konten digital di Indonesia yang saat ini diperkirakan memiliki nilai pasar mencapai Rp450 triliun.

Namun di balik potensi tersebut, Harlan menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi industri kreatif nasional. 

Dari sekitar 17 juta kreator konten di Indonesia, hanya sebagian yang dinilai mampu menghasilkan karya berkualitas dan memiliki daya saing tinggi.

Menurut Harlan, persoalan utama bukan terletak pada jumlah kreator, melainkan kualitas konten yang dihasilkan. 

Ia menilai, kemampuan storytelling yang belum optimal serta kurangnya perhatian terhadap etika produksi konten menjadi faktor yang perlu segera dibenahi.

Baca Juga: Aroma Kuliner dan Toleransi: Ketua Baru Basolia dan Jatma Aswaja Sepakat Rawat Kasih Sayang di Kota Bogor

Karena itu, ia mendorong seluruh pengurus IFACE untuk fokus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas karya agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di pasar internasional.

Diskusi Strategis Rumuskan Agenda Besar IFACE Tahun 2026

Setelah sesi pemaparan, kegiatan berlanjut dengan diskusi interaktif yang dipandu oleh Reza B. Surianegara. 

Forum tersebut menjadi wadah bagi para pengurus untuk menyampaikan gagasan sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi dalam jangka pendek dan menengah.

Berbagai ide dan masukan yang muncul kemudian diarahkan pada penyusunan program prioritas IFACE untuk tahun 2026. 

Selain itu, peserta juga membahas roadmap kerja selama 90 hari sebagai langkah awal implementasi program-program yang telah disepakati.

Wakil Ketua II IFACE, Arijulmanan turut memberikan pandangan mengenai pentingnya penguatan kelembagaan dan pembangunan kemitraan strategis. 

Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat bergantung pada kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari sektor pendidikan, pemerintah, maupun industri.

Lahirkan Program Prioritas dan Roadmap Aksi 90 Hari

Pertemuan perdana tersebut menghasilkan sejumlah keputusan penting yang menjadi fondasi perjalanan IFACE ke depan.

Seluruh pengurus berhasil menyepakati visi dan arah organisasi sehingga tercipta keselarasan dalam menjalankan program kerja. 

Selain itu, forum juga menetapkan sedikitnya lima program prioritas yang akan menjadi fokus utama sepanjang tahun 2026.

Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, setiap program akan didukung oleh tim kerja khusus yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. 

Baca Juga: KPM Wajib Tahu! Batas Waktu Pencarian Bansos 30 Hari Kalender dan Waktu Sanggah 5 Hari hingga Peluang Bantuan PKH BPNT Tahap 3

Pengurus juga menyusun roadmap 90 hari yang berisi langkah-langkah konkret sebagai panduan awal dalam merealisasikan agenda organisasi.

Tak kalah penting, pertemuan ini semakin mempererat hubungan antarpengurus sekaligus memperkuat jaringan kolaborasi yang menjadi modal utama pengembangan IFACE di masa mendatang.

Menjadi Ruang Kolaborasi Kreatif untuk Indonesia dan Dunia

Dengan mengusung tagline "Berkolaborasi, Berkarya, dan Menginspirasi untuk Indonesia", IFACE menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan industri kreatif nasional.

Pertemuan yang ditutup dengan sesi foto bersama tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan panjang organisasi dalam membangun ekosistem kreatif yang inklusif, inovatif, dan berorientasi global.

Melalui kolaborasi yang mulai dirajut dari Bogor ini, IFACE berharap dapat melahirkan generasi kreatif Indonesia yang mampu menghadirkan karya berkualitas, memperkuat identitas bangsa, serta berkontribusi dalam membangun peradaban dunia yang lebih baik. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#IFACE #bogor #film #konten digital #tazkia