RADAR BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pembangunan jalan sepanjang hampir 20 kilometer yang melintasi kawasan perkebunan teh di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, dilakukan untuk kepentingan masyarakat bukan untuk menunjang aktivitas perusahaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rudy saat menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang digelar di Lapangan Citalahab, Desa Malasari, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut Rudy, pembangunan akses jalan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan bagi warga di wilayah barat Kabupaten Bogor.
"Kami membuka akses jalan ini bukan untuk PT Sumi Asih. Pembangunan ini merupakan cita-cita para pemimpin Kabupaten Bogor terdahulu agar masyarakat di wilayah barat, khususnya Desa Malasari, mendapatkan perhatian yang lebih baik," ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan jalan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di kawasan tersebut.
Setelah pembangunan akses jalan, Pemerintah Kabupaten Bogor berencana memprioritaskan peningkatan sarana pendidikan di Desa Malasari yang memiliki nilai historis dalam perjalanan terbentuknya Kabupaten Bogor.
Rudy mengaku prihatin setelah mengetahui kondisi pendidikan di desa tersebut. Menurutnya, keterbatasan gedung dan ruang belajar membuat sebagian siswa SMP dan SMA harus berbagi jadwal kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Program MBG Harus Berhasil, Minta Pelaksana yang Tak Serius untuk Mundur
"Masih ada sekolah tingkat SMP dan SMA yang hanya dapat beroperasi dua kali dalam satu minggu. Kondisi ini terjadi karena persoalan status lahan. Sebagian berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan sebagian lainnya berada di atas lahan berstatus hak guna usaha milik perusahaan swasta," ungkapnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rudy mengajak PT Sumi Asih sebagai pengelola perkebunan teh di Desa Malasari untuk menjalin kolaborasi dalam penyediaan lahan bagi pembangunan fasilitas pendidikan.
Ia memastikan Pemerintah Kabupaten Bogor siap membangun sekolah apabila lahan yang diperlukan telah tersedia.
"Jika lahannya disiapkan, kami akan segera membangun sekolah. Investasi di bidang pendidikan akan memberikan dampak besar bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Saya berharap 10 hingga 20 tahun mendatang Desa Malasari mampu berkembang dan menjadi salah satu desa yang paling maju di Kabupaten Bogor," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Malasari, Andi Zaelani, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap wilayahnya, terutama melalui pembangunan akses jalan yang selama ini dinantikan masyarakat.
Ia berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada pembangunan jalan, tetapi juga berlanjut pada pengembangan berbagai infrastruktur lainnya yang dibutuhkan warga.
Menurut Andi, Desa Malasari memiliki potensi wisata yang terus berkembang dan membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Melalui momentum Hari Jadi Bogor ke-544 ini, kami berharap perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap Desa Malasari dapat terus berlanjut dan semakin ditingkatkan pada masa mendatang," tutupnya. (Cok)
Editor : Eka Rahmawati