Peringati HJB ke-544, Emak-Emak di Rumpin Malah Tambal Jalan yang Dibiarkan Rusak di Perbatasan Bogor-Tangerang

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Rabu, 3 Juni 2026 | 12:03 WIB
Warga Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Bogor memperbaiki sendiri jalan rusak.  (Foto: Nasir)
Warga Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Bogor memperbaiki sendiri jalan rusak. (Foto: Nasir)

RADAR BOGOR - Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 pada tahun 2026 dimaknai berbeda oleh warga Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. 

Alih-alih menggelar seremoni atau pesta rakyat, puluhan warga bersama para emak-emak memilih turun langsung ke jalan untuk melakukan aksi gotong royong memperbaiki ruas Jalan Raya Cicangkal–Legok yang mengalami kerusakan cukup parah.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026, itu dilakukan dengan cara menimbun sejumlah lubang di badan jalan menggunakan material seadanya. 

Baca Juga: PCMB SMAN 1 Gunungsindur Bogor Masuki Tahap Krusial, Kuota 420 Kursi Diperebutkan

Aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai belum mendapat perhatian serius meski telah bertahun-tahun dikeluhkan warga.

Selain melakukan pengurugan jalan, masyarakat juga menggelar refleksi dan doa bersama sebagai bentuk harapan agar pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan segera menjadi prioritas pemerintah daerah.

Akses Strategis Penghubung Jawa Barat dan Banten Rusak Parah

Jalan Raya Cicangkal–Legok merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Rumpin di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, dengan Kecamatan Legok di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Ironisnya, kondisi jalan di wilayah Kabupaten Tangerang sudah relatif baik, sementara ruas jalan yang berada di perbatasan Kabupaten Bogor masih mengalami kerusakan berat dengan panjang mencapai sekitar 500 meter.

Koordinator Forum Masyarakat Desa (FMD) Sukamulya, Junaedi menjelaskan, kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan menjadi keluhan utama masyarakat karena mengganggu aktivitas sehari-hari serta mobilitas warga yang melintasi jalur tersebut.

Empat Tahun Menunggu, Warga Mengaku Belum Melihat Kepastian Pembangunan

Menurut Junaedi, sejak tahun 2022 masyarakat Desa Sukamulya telah berulang kali menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pembangunan Jalan Raya Cicangkal–Legok atau yang juga dikenal sebagai Jalan Gunung Maloko.

Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari menyampaikan usulan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rumpin hingga mengirimkan surat kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor.

Namun hingga peringatan Hari Jadi Bogor ke-544, masyarakat mengaku belum memperoleh kepastian mengenai rencana pembangunan jalan tersebut. 

Junaedi menilai, belum ada komitmen yang disampaikan secara resmi terkait penanganan ruas jalan yang berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Banten itu.

Emak-Emak Turut Bergerak, Wujud Kepedulian terhadap Keselamatan Pengguna Jalan

Kondisi tersebut akhirnya mendorong warga Kampung Malahpar, Desa Sukamulya, untuk bergerak secara swadaya. 

Baca Juga: 9 Pusat Belanja Kue Basah Bogor Terlaris dengan Pilihan Varian Legendaris Hingga Kekinian

Tidak hanya kaum pria, para ibu rumah tangga atau emak-emak juga turut ambil bagian dalam kegiatan gotong royong tersebut.

Dengan peralatan sederhana dan material yang tersedia, warga bersama-sama menutup lubang-lubang jalan yang selama ini berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan maupun pada malam hari.

Aksi tersebut menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus bentuk harapan agar pemerintah segera memberikan perhatian lebih terhadap infrastruktur di wilayah perbatasan.

Momentum HJB ke-544 Jadi Pengingat Pentingnya Pemerataan Pembangunan

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap Hari Jadi Bogor ke-544 tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi warga.

Junaedi menegaskan bahwa jalan perbatasan merupakan wajah terdepan sebuah daerah. Menurutnya, kondisi infrastruktur di kawasan perbatasan dapat mencerminkan kualitas pelayanan dan perhatian pemerintah terhadap wilayah yang dipimpinnya.

Karena itu, warga berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dapat meningkatkan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan penghubung antarwilayah yang memiliki peran strategis bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Warga Menanti Aksi Nyata Pemerintah

Di tengah semangat peringatan Hari Jadi Bogor ke-544, warga Desa Sukamulya berharap, suara mereka tidak lagi sekadar menjadi catatan dalam forum perencanaan pembangunan. 

Mereka menunggu langkah konkret agar Jalan Raya Cicangkal–Legok yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat dapat segera dibangun secara permanen.

Baca Juga: Update Penanganan Longsor di Jalan Raya Sawangan Kota Depok, Perbaikan Ditargetkan Bulan Juli

Bagi warga, jalan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan, akses ekonomi, dan wajah Kabupaten Bogor di kawasan perbatasan dengan Provinsi Banten. (sir)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
rumpin tangerang bogor HJB jalan rusak