RADAR BOGOR - Pemkab Bogor bersama TNI AD memperkuat kerja sama dalam penanganan sampah serta mitigasi potensi kekeringan di musim kemarau 2026.
Sinergi Pemkab Bogor dan TNI tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Markas Besar TNI AD, Jakarta, sebagai langkah strategis menghadapi tantangan lingkungan di Jawa Barat.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) bersama Gubernur Jawa Barat, dengan fokus pembahasan pada pengelolaan sampah serta upaya pencegahan dampak kekeringan yang diperkirakan terjadi pada musim kemarau tahun ini.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa selain persoalan sampah, rapat juga membahas ancaman kekeringan yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat.
Berdasarkan data BMKG, puncak musim kemarau di Kabupaten Bogor diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
"Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah antisipasi sejak dini, terutama di wilayah yang rawan krisis air bersih,” ujarnya, Jumat 5 Juni 2026.
Antisipasi Kekeringan Jadi Fokus Utama
Ajat menjelaskan bahwa seluruh pihak perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan, khususnya di daerah yang rentan terdampak.
Dalam hal ini, TNI AD juga akan dilibatkan secara aktif dalam mendukung upaya mitigasi di lapangan.
Ia menambahkan, KSAD juga memberikan tiga fokus utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni penanganan sampah, kesiapsiagaan menghadapi kekeringan, serta penguatan sinergi pembangunan jembatan Rawayan.
TNI AD Dukung Pengelolaan Sampah di Galuga
Komandan Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Letkol Inf. Rizal Dwijayanto, menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan bagian dari konsolidasi TNI AD bersama pemerintah daerah di Jawa Barat untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah.
Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor sebelumnya telah menjalin pembahasan dengan Mabes TNI AD terkait pengelolaan sampah di kawasan Galuga, yang direncanakan menggunakan dua skema pengolahan.
“Di Kabupaten Bogor, sudah ada pembahasan dengan Mabes TNI AD terkait kerja sama pengelolaan sampah di Galuga. Rencananya ada dua metode, yaitu PSEL yang menghasilkan energi listrik, serta PISOL yang dapat mengolah sampah menjadi bahan bakar solar,” jelasnya.
TNI AD Jadi Fasilitator Kolaborasi
Lebih lanjut, Rizal menegaskan bahwa sesuai arahan KSAD, TNI AD akan berperan sebagai penghubung dan fasilitator untuk mempercepat terwujudnya kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak terkait dalam pengelolaan sampah.
Sinergi untuk Solusi Berkelanjutan
Melalui kolaborasi antara Pemkab Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan TNI Angkatan Darat, diharapkan berbagai persoalan daerah seperti sampah, kekeringan, hingga pembangunan infrastruktur dapat ditangani secara lebih terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan. (abl)
Editor : Yosep Awaludin