RADAR BOGOR - Suasana tenang di Kampung Asem, Desa Cikuda, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah warga menemukan seorang pria tergantung di sebuah pohon di area kebun kelengkeng, Jumat 5 Juni 2026.
Penemuan tersebut, pertama kali dilaporkan warga sekitar pada pukul 07.40 WIB.
Dua warga berinisial J dan A yang berada di lokasi menjadi saksi awal peristiwa yang menggegerkan masyarakat setempat itu.
Laporan warga kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian.
Tak lama berselang, personel Polsek Parungpanjang bersama Unit Intelijen langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Evakuasi Korban
Kapolsek Parungpanjang, Kompol Muhamad Taufik, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, petugas segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), melakukan pemeriksaan awal, mengevakuasi korban, serta menghubungi pihak keluarga.
"Hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan korban diduga mengakhiri hidupnya dengan menggunakan tali tambang yang diikatkan pada pohon di area perkebunan kelengkeng," ujar Kompol Muhamad Taufik.
Menurutnya, lokasi kejadian berada di area kebun yang tidak terlalu jauh dari permukiman warga sehingga penemuan korban dapat dengan cepat diketahui masyarakat sekitar.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan pada Tubuh Korban
Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan fisik awal, petugas tidak menemukan adanya luka yang mengarah pada tindak kekerasan ataupun dugaan penganiayaan.
Kompol Muhamad Taufik mengungkapkan, pada tubuh korban hanya ditemukan luka lama berupa koreng di bagian kaki yang kondisinya masih belum sepenuhnya mengering.
"Sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Yang ditemukan hanya luka lama di bagian kaki," jelasnya.
Temuan tersebut memperkuat dugaan awal bahwa korban meninggal akibat aksi gantung diri.
Baca Juga: Antisipasi Kekeringan 2026 di Jawa Barat, Pemkab Bogor dan TNI AD Sinergi Tangani Sampah
Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh fakta di balik peristiwa tersebut.
Identitas Korban Terungkap, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya
Korban diketahui berinisial S, seorang pria yang berasal dari Jawa Tengah.
Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami latar belakang dan motif yang melatarbelakangi tindakan tersebut.
"Kami masih melakukan pendalaman terkait motif korban melakukan aksi tersebut," kata Kompol Muhamad Taufik.
Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri berbagai informasi yang berkaitan dengan kehidupan korban sebelum peristiwa terjadi.
Jenazah Dipulangkan ke Kampung Halaman
Setelah proses identifikasi dan penanganan selesai dilakukan, jenazah korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Saat ini, jenazah diketahui sedang dalam perjalanan menuju kampung halamannya di Jawa Tengah untuk dimakamkan oleh keluarga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap kondisi psikologis orang-orang di sekitar agar berbagai persoalan yang dihadapi dapat ditangani lebih awal melalui dukungan keluarga maupun lingkungan terdekat. (sir)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim