Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Forum KRL Kabupaten Bogor Dikukuhkan di Telaga Saat

Septi Nulawam Harahap • Jumat, 5 Juni 2026 | 14:56 WIB
Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika saat mengukuhkan Forum KRL Kabupaten Bogor di Telaga Saat, Cisarua dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jumat 5 Juni 2026. (Foto : Aziz/Radar Bogor)
Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika saat mengukuhkan Forum KRL Kabupaten Bogor di Telaga Saat, Cisarua dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Jumat 5 Juni 2026. (Foto : Aziz/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Pemkab Bogor mengukuhkan Forum KRL (Kampung Ramah Lingkungan) di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Berlangsung di Telaga Saat pada Jumat, 5 Juni 2026, Forum KRL ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pelestarian lingkungan di Bumi Tegar Beriman.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, pembentukan Forum KRL ini merupakan arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, untuk menjawab tantangan permasalahan lingkungan ke depan.

"Kampung Ramah Lingkungan diperlukan untuk saling bersinergi dan mengembangkan program-program lingkungan sehingga mandiri dan berkelanjutan," ujarnya.

Saat ini, kata Ajat, ada lebih dari 400 KRL di Kabupaten Bogor yang tersebar di 40 kecamatan. 

Dengan dikukuhkannya Forum KRL Kabupaten Bogor, diharapkan dapat menginspirasi dan menjadi percontohan wilayah lain untuk membentuk KRL.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan Pelajar di Kota Bogor Dimediasi, Keluarga Korban dan Pelaku Pilih Damai

"Bupati Bogor menargetkan sebanyak 15 ribu KRL yang terbentuk di Kabupaten Bogor. Sehingga persoalan sampah, dan masalah lingkungannya lainnya dapat diselesaikan dengan kolaboratif," jelasnya.

Lebih jauh Sekda Kabupaten Bogor menuturkan, bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini masih dalam rangkaian agenda kegiatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Dipilihnya Telaga Saat sebagai lokasi kegiatan lantaran berada di ujung selatan Kabupaten Bogor dan juga titik nol kilometer Sungai Ciliwung.

Kegiatan diawali dengan Ngalokat Cai, yakni ritual budaya masyarakat Sunda yang bertujuan untuk menyucikan, merawat, dan melestarikan sumber mata air di Telaga Saat.

"Kemudian dilakukan penebaran bibit dan induk ikan sebanyak 5.544 ekor dan juga pelesapan burung, serta penanaman pohon di area sekitar Telaga Saat," tandas Ajat Rochmat Jatnika. (cok)

Editor : Yosep Awaludin
#Forum KRL #pemkab bogor #hari lingkungan hidup