RADAR BOGOR - Taman Safari Indonesia (TSI) secara resmi mengenalkan bayi panda, Satrio Wiratama atau Rio kepada publik.
Panda mungil hasil dari pasangan panda Cai Tao dan Hu Chun tersebut, kini dapat dikunjungi dan dilihat secara langsung di Taman Safari Bogor, Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor.
Saat ini, Satrio Wiratama atau Rio telah menginjak usia 6 bulan dan memiliki berat mencapai 13,7 kilogram.
“Pada saat lahir, beratnya hanya sekitar 170 gram. Ini merupakan suatu perkembangan yang sangat baik bagi Rio,” ujar Vice President of Life and Science Taman Safari Indonesia, drh. Bongot Huaso Mulia dalam Acara Perkenalan Baby Giant Panda di Taman Safari Bogor, Selasa, 9 Juni 2026.
Selama proses nursery, kata Bongot, tim medis selalu melakukan pemeriksaan terhadap respons auditori, visual, dan juga mathematical measurement dari Rio.
Hal ini bertujuan untuk memperoleh data-data yang akan digunakan di kemudian hari untuk kepentingan publikasi, sekaligus memantau perkembangan baby giant panda tersebut.
“Proses perkenalan Rio hari ini merupakan sebuah proses yang tidak mudah. Kami mengedepankan bagaimana proses ini dijalankan dalam setiap tahapan pengembangan dan perkenalan bayi panda,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Pendiri Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang menuturkan bahwa pengenalan baby giant panda pertama di Indonesia ini menjadi momen bersejarah, sekaligus menjadi tonggak penting bagi upaya konservasi satwa langka serta kerja sama internasional antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok.
“Kami berharap melalui kolaborasi ini, kami dapat bersama-sama mempromosikan konservasi satwa liar, meningkatkan kesadaran publik, dan semakin memperkuat kerja sama konservasi internasional yang berkelanjutan, tuturnya.
TSI pun menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Kedutaan Besar Tiongkok, dan Pemerintah Tiongkok, atas dukungan pentingnya dalam proyek kerja sama konservasi panda raksasa.
Khususnya pada penelitian dan bantuan teknis yang diberikan oleh Asosiasi Konservasi Satwa Liar Tiongkok (CWCA) dan China Conservation and Research Center for the Giant Panda (CCRCGP).
Menurut Jansen, dukungan ini sangat penting untuk keberhasilan pengembangbiakan giant panda di Indonesia.
“Kami juga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Pemerintah RI, khususnya Kementerian Kehutanan atas dukungan yang konsisten terhadap upaya konservasi satwa liar dan kerja sama konservasi internasional,” tegasnya.
Pihaknya juga merasa terhormat atas nama yang diberikan Presiden RI, Prabowo Subianto untuk baby panda pertama di TSI yang diberi nama Satrio Wiratama.
“Nama tersebut mencerminkan semangat perjuangan, keberanian, kemuliaan dan budi luhur, sekaligus menjadi simbol persahabatan yang erat antara Indonesia dan Tiongkok,” pungkas Pendiri TSI tersebut.(cok)
Editor : Eka Rahmawati