RADAR BOGOR – Pemerintah Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, terus mendorong penyelesaian status lahan yang diklaim sebagai kawasan hutan. Dari total sekitar 1.800 hektare lahan yang telah diusulkan, baru 35,183 hektare yang saat ini diproses untuk dikeluarkan dari kawasan hutan.
Kepala Desa Sukawangi, Budiyanto, menjelaskan bahwa usulan tersebut mencakup lahan yang telah didata berdasarkan nama dan alamat pemilik, meliputi fasilitas sosial (fasos), fasilitas umum (fasum), permukiman warga, hingga lahan garapan masyarakat.
Ia mengatakan, dalam dialog bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Direktur Jenderal Planologi Kehutanan menyampaikan bahwa lahan yang saat ini telah diproses baru mencapai sekitar 35 hektare. Menurutnya, angka tersebut masih jauh dari target penyelesaian yang diharapkan masyarakat.
"Tapi saya optimis dengan tadi yang disampaikan oleh Pak Dirjen, bahwa tahap kedua itu harus diusulkan semua. Tapi harus mekanisnya melalui Timdu (Tim Terpadu), tapi gak apa-apa kita usulkan semua, baik itu fasos, fasum, dan lahan garapan," ujar Budiyanto kepada Radar Bogor, Selasa, 9 Juni 2026.
Budiyanto menjelaskan, pada tahap pertama pemerintah desa telah mengusulkan sekitar 500 hektare lahan. Kini pihaknya kembali mendorong agar seluruh lahan seluas 1.800 hektare yang telah memiliki data dapat masuk dalam proses penyelesaian.
Menurut data pemerintah desa, dari total 1.800 hektare yang diusulkan, sekitar 600 hektare merupakan kawasan permukiman warga beserta fasilitas sosial dan fasilitas umum yang telah lama berdiri.
“Kalau untuk pemukiman sendiri kurang lebih di angka 600 hektare termasuk fasos fasumnya,” ungkapnya.
Budiyanto juga mengapresiasi kehadiran tiga direktur jenderal Kementerian Kehutanan yang hadir langsung berdialog dengan masyarakat Sukawangi.
Meski Menteri Kehutanan berhalangan hadir karena sakit, ia menilai kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan keseriusan Kementrian Kehutanan dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Sukawangi. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati