RADAR BOGOR - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong mendapatkan pembekalan edukasi kesehatan sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit hantavirus.
Kegiatan tersebut digelar oleh Lapas Cibinong bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan dilaksanakan di area blok hunian warga binaan.
Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai bahaya hantavirus, mekanisme penularan, gejala yang dapat muncul, serta upaya pencegahan yang bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Epidemiolog Dinkes Kabupaten Bogor, Ade Kurniawan, menjelaskan bahwa hantavirus merupakan penyakit yang dapat menyebar melalui paparan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat, khususnya tikus.
Baca Juga: Kades Sukawangi Bogor Dorong Pelepasan 1.800 Hektare Lahan, Baru 35 Hektare Diproses Kemenhut
Ia menekankan bahwa kebersihan lingkungan serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Menurutnya, kewaspadaan terhadap keberadaan tikus di lingkungan sekitar sangat penting, disertai kebiasaan menjaga kebersihan sebagai langkah pencegahan utama.
Hantavirus kata Ade dapat menular melalui paparan urin, kotoran, atau air liur tikus yang terhirup atau mengenai tubuh manusia karena itu, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam pencegahan.
"Kami mengimbau warga binaan untuk menjaga kebersihan kamar hunian, tidak membuang sisa makanan sembarangan, serta segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan tikus dalam jumlah banyak,” ujar Ade, Selasa, 9 Juni 2026.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Cibinong menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup warga binaan.
Ia menegaskan bahwa kesehatan menjadi aspek penting dalam proses pembinaan di dalam lapas.
“Melalui edukasi ini, kami berharap warga binaan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk hantavirus,” ujarnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para warga binaan terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar gejala, cara penularan, hingga pencegahan penyakit tersebut.
Seorang warga binaan berinisial AS mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut.
“Sekarang saya jadi lebih paham bagaimana hantavirus bisa menular dan cara mencegahnya. Edukasi ini sangat berguna karena membuat kami lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan. Ke depan saya akan lebih disiplin menjaga kebersihan kamar dan lingkungan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Cibinong berharap kesadaran warga binaan terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dapat terus meningkat.(abl)
Editor : Eka Rahmawati