RADAR BOGOR - SMA IT Al-Madinah kembali menggelar kegiatan khitanan massal yang diikuti 52 peserta dari berbagai wilayah Bogor Raya.
Khitanan massal ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk membantu keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan dan kebersihan sejak dini.
Sejak pagi, para peserta khinatan massal bersama orang tua telah hadir di lingkungan sekolah.
Adapun, panitia pada kegiatan ini melibatkan Osis dan MPK SMA IT Al-Madinah yang turut aktif mengarahkan peserta dan memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan tertib lancar dan nyaman.
Kepala SMA IT Al-Madinah, Eka Wulandari mengatakan, khitanan massal merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun sejak 2009.
"Ini adalah salah satu program unggulan kami, di mana kami berharap anak-anak kami memiliki manfaat terhadap masyarakat sekitar, salah satunya dengan program khitanan massal," ujarnya, Kamis 11 Juni 2026.
Baca Juga: Sakit Kepala Tak Biasa dan Sering Muncul? Kenali Tandanya, Lakukan Deteksi Dini Sebelum Terlambat
Eka berharap, kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang positif kepada masyarakat.
Terlebih, amanat yayasan bahwasannya sekolah itu tidak hanya baik untuk dirinya sendiri atau secara pribadi namun harus baik juga di lingkungan sekitar.
"Harapannya juga kami memberikan manfaat pada masyarakat sekitar. Tentunya kami sebagai orang internal, harapannya terus berlanjut dan support dari masyarakat," jelasnya.
Kemudian, Ketua Pelaksana Kegiatan, Keyandra Adhanu Haryanto siswa kelas X menyampaikan rasa syukur atas terselenggara kegiatan khitanan massal tersebut.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pelayanan kesehatan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian sosial sekolah terhadap masyarakat sekitar," ungkapnya.
Saat kegiatan berlangsung, dihadiri oleh perwakilan Rumah Sakit Islam Aysha, memberikan dukungan tenaga medis profesional.
Dalam sambutannya, pihak rumah sakit menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan proses khitanan berlangsung aman, nyaman, serta sesuai standar kesehatan.
Sementara, Direktur IPTEK YPI Ar-Rohman, Asep Mulyana menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh elemen yang terlibat dalam acara khitanan massal.
Dalam acara tersebut, ia menekankan, keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara sekolah, siswa, tenaga medis, komite dan masyarakat.
"Khitanan massal bukan sekedar seremonial, melainkan sarana menanamkan nilai kepedulian, gotong royong dan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini," ungkapnya.
Oleh karena itu, melalui kegiatan khitanan massal 2026 ini, SMA IT Al-Madinah berharap dapat terus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
"Serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk aktif berkontribusi positif. Acara ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian terhadap sesama," pungkasnya. (abl)
Editor : Yosep Awaludin