Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hari Lingkungan Hidup 2026, RSUD R Moh Noh Nur Olah Sampah Organik Jadi Pupuk dengan Biopori

Yosep Awaludin • Jumat, 12 Juni 2026 | 12:40 WIB
Kegiatan pengelolaan sampah organik lewat metode lubang biopori di RSUD R Moh Noh Nur.
Kegiatan pengelolaan sampah organik lewat metode lubang biopori di RSUD R Moh Noh Nur

RADAR BOGOR – RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar kegiatan pengelolaan sampah organik melalui metode lubang biopori.

Program ini dilaksanakan RSUD R Moh Noh Nur dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, sekaligus mendukung kebijakan Pemkab Bogor terkait pengurangan sampah dan penguatan budaya ramah lingkungan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis 11 Juni 2026 mulai pukul 08.00 WIB di sejumlah titik di lingkungan RSUD R Moh Noh Nur. 

Di antaranya Lapangan WR Supratman, taman di samping gedung rawat inap baru, serta Taman Forensik RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang.

Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Edaran Bupati Bogor Nomor 100.3.4.2/769 tentang upaya peningkatan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Program ini diikuti oleh ASN yang tidak sedang menjalankan tugas pelayanan, serta melibatkan jajaran manajemen rumah sakit sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penerapan prinsip pengelolaan lingkungan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Calon Penerima Bansos PKH Validasi System Tahap 2: KPM BPNT dan BLT Kesra Berpeluang Dapat Bantuan di Juni 2026

Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga melakukan praktik langsung mengenai cara mengelola sampah organik menggunakan lubang biopori.

Sampah organik yang dimanfaatkan berasal dari berbagai sumber di lingkungan rumah sakit, seperti potongan kulit buah, tangkai sayuran, hingga sisa makanan pasien yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah.

Metode biopori tersebut memungkinkan sampah organik mengalami proses dekomposisi secara alami.

Hasil akhirnya dapat dimanfaatkan kembali dalam bentuk pupuk padat dari residu organik dan pupuk cair yang berasal dari cairan hasil penguraian.

Produk pupuk tersebut nantinya digunakan untuk mendukung kegiatan penghijauan serta perawatan area taman di lingkungan RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang.

Direktur RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pengolahan sampah organik tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Sensasi Kuah Kuning Mantap, Cek Rekomendasi 5 Bubur Ayam Khas Cianjur Terbaik yang Punya Topping Pepes Jeroan, Bikin Ketagihan

Pengelolaan sampah organik melalui biopori merupakan salah satu bentuk komitmen rumah sakit dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

"Kami berharap langkah sederhana ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan seluruh pegawai," ujarnya.

Menurutnya, rumah sakit tidak hanya berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan melalui berbagai program yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang dalam mendukung pengurangan volume sampah organik yang dihasilkan setiap hari.

Selain itu, program tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi seluruh pegawai mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara tepat dan bertanggung jawab.

Melalui edukasi dan praktik langsung yang dilakukan, diharapkan semangat menjaga lingkungan tidak hanya diterapkan di lingkungan rumah sakit, tetapi juga dapat dibawa ke kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Kabar Gembira bagi KPM, Dana Bansos Rp5,4 Juta Disalurkan per Orang dalam 1 Tahun dan Pencairan via Kantor Pos di 73 Daerah 3T

Dengan memanfaatkan metode sederhana seperti lubang biopori, RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang membuktikan bahwa pengelolaan sampah organik dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#biopori #RSUD Raden Moh Noh Nur #sampah organik