Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kemarau Mulai Menggigit, 2 Desa di Kabupaten Bogor Alami Krisis Air Bersih

Abilly Muhamad • Jumat, 12 Juni 2026 | 19:11 WIB
Petugas BPBD distribusi air bersih di Citeureup Kabupaten Bogor pada kemarau. Foto : Hendi Novian/Radar Bogor
Petugas BPBD distribusi air bersih di Citeureup Kabupaten Bogor pada kemarau. Foto : Hendi Novian/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Kabupaten Bogor. Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat berkurangnya sumber air dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kekeringan atau permintaan air bersih akibat kemarau, yang terjadi di dua desa pada dua kecamatan berbeda.

“Saat ini BPBD Kabupaten Bogor menerima laporan dampak kemarau di Desa Gunungsari, Kecamatan Citeureup, dan Desa Pakar Muncang, Kecamatan Nanggung, akibat kemarau,” ujarnya, Jumat, 12 Juni 2026.

Baca Juga: Kabar Baik! Jalan MA Salmun Kota Bogor Tak Jadi Ditutup, Fly Over Mulai Dibangun 2027

Menurut Adam, kondisi tersebut mulai terdeteksi sejak dua hari terakhir setelah adanya permohonan bantuan distribusi air bersih dari masyarakat terdampak.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Bogor langsung menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi terdampak, baik melalui distribusi langsung maupun pengisian toren yang telah disediakan pemerintah daerah.

“BPBD telah menyalurkan bantuan sebanyak dua rit atau sekitar 10.000 liter air bersih untuk warga di Desa Gunungsari dan Desa Pakar Muncang,” jelasnya.

Baca Juga: Kementerian HAM Butuh 200 Orang, Ini 13 Persyaratan Rekrutmen Penggerak HAM Tahun 2026

Ia menambahkan, memasuki musim kemarau masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan air guna mengantisipasi potensi kekeringan yang lebih luas.

Selain menghemat penggunaan air, warga juga diminta menyiapkan cadangan air bersih, menjaga kebersihan sumber air yang ada, serta segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara hemat, menampung cadangan air jika memungkinkan, dan segera melaporkan apabila mengalami kekurangan air bersih akibat kekeringan,” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #kemarau #air bersih