RADAR BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat langkah pencegahan berbagai persoalan sosial yang berpotensi mengancam generasi muda dengan menggandeng pondok pesantren dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Bogor Raya.
Komitmen mencegah generasi muda dari pengaruh negatif tersebut mengemuka dalam audiensi antara Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, dengan para ulama, pimpinan pondok pesantren, dan pengurus DKM.
Pertemuan tersebut membahas strategi kolaboratif dengan DKM untuk menghadapi berbagai tantangan sosial, mulai dari penyalahgunaan narkoba, obat-obatan terlarang, hingga perilaku yang bertentangan dengan nilai agama dan norma sosial yang mengancam generasi muda Bogor.
Baca Juga: Real Madrid Buka Opsi Pinjamkan Franco Mastantuono ke Juventus
Ajat menjelaskan, pertemuan itu merupakan tindak lanjut atas aspirasi para tokoh agama yang menginginkan langkah nyata dan berkesinambungan dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
“Kami menyambut baik masukan dari para ulama, kiai, dan pengelola pondok pesantren. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, aparat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan pembinaan serta edukasi kepada masyarakat,” ujarnya, Sabtu, 13 Juni 2026.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bogor akan menerbitkan Surat Edaran Bupati yang menjadi pedoman pelaksanaan sosialisasi dan edukasi di lingkungan sekolah, pesantren, serta komunitas keagamaan.
Baca Juga: SPMB 2026 Tanpa Hambatan, Disdik Kabupaten Bogor Siagakan Helpdesk untuk Layani Keluhan Warga
Menurut Ajat, upaya pencegahan menjadi fokus utama pemerintah daerah. Salah satu program yang akan dijalankan adalah Go to School pada 15–22 Juni 2026.
Dalam program tersebut, sebanyak 21 kepala perangkat daerah dijadwalkan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memimpin apel sekaligus memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai berbagai isu strategis.
Materi yang disampaikan mencakup bahaya narkoba, penyalahgunaan obat-obatan, penguatan karakter, etika pergaulan, hingga pembinaan moral dan akhlak generasi muda.
Ia menegaskan bahwa edukasi harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan agar mampu memberikan dampak yang nyata di tengah masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Bogor akan mengoptimalkan program Go to School serta memperkuat kolaborasi dengan Forkopimda dan lembaga keagamaan agar pesan-pesan pencegahan dapat menjangkau lebih banyak kalangan,” katanya.
Ajat juga menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, pondok pesantren, masjid, dan lingkungan sekitar dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak, tangguh, dan berdaya saing.
“Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, kami berharap upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif sehingga generasi muda Kabupaten Bogor terlindungi dari berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat masa depan mereka,” tuturnya.
Baca Juga: Bosan dengan Puncak di Bogor? Simak 5 Rekomendasi Wisata Adrenalin dan Estetik di Majalengka
Dalam audiensi tersebut, para ulama, kiai, pimpinan pondok pesantren, dan pengurus DKM turut menyampaikan berbagai masukan terkait fenomena sosial yang berkembang di masyarakat serta pentingnya penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga