RADAR BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin pengangkatan dan pengambilan sumpah atau janji 746 Aparatur Sipil Negara (ASN) Formasi Tahun 2024 serta lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXVIII, XXIX, XXX, dan XXXI di lingkungan Provinsi Jawa Barat bertempat di Lapangan Bola Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Senin, 15 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti ratusan ASN tersebut berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting bagi para aparatur yang resmi mengemban amanah sebagai pelayan masyarakat. Selain memimpin prosesi pelantikan, Dedi Mulyadi juga memberikan arahan terkait nilai-nilai kepemimpinan, budaya birokrasi, hingga arah pembangunan Jawa Barat ke depan.
Dalam sambutannya, gubernur yang kerap disapa KDM itu menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Sang Pencipta sebagai pemilik semesta. Menurutnya, seorang ASN harus memiliki kepekaan rasa, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
“Orang yang setiap hari menjaga rasanya, maka semestanya akan mengayomi dan melindungi, siapa yang menyuruh semesta mengayomi? Pemilik semesta,” ujar Dedi Mulyadi, Senin, 15 Juni 2026.
Ia juga menyoroti perubahan budaya birokrasi dari masa ke masa. Menurut Dedi Mulyadi, birokrasi pada era terdahulu memiliki ikatan emosional yang kuat antara pimpinan dan bawahan. Hubungan tersebut tidak hanya terjalin dalam urusan pekerjaan, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehingga menciptakan rasa kebersamaan dan loyalitas yang tinggi.
“Hubungan emosional itu terbangun sejak awal bekerja hingga pensiun, ada kedekatan yang membuat organisasi menjadi kuat,” katanya.
Namun demikian, gubernur Jabar itu pun mengingatkan bahwa birokrasi modern tetap harus mengedepankan profesionalisme tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Ia meminta para ASN yang baru dilantik untuk fokus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pesan Dedi Mulyadi untuk ASN di Jawa Barat
Dalam kesempatan tersebut, KDM menyampaikan kritik terhadap budaya birokrasi yang lebih banyak berbicara dibanding bekerja. Ia menegaskan bahwa ASN harus menunjukkan kinerja nyata dan menjaga nama baik institusi tempat mereka mengabdi.
Selain membahas birokrasi, Gubernur Jawa Barat itu turut menyoroti potensi besar wilayah Bogor dan kawasan pegunungan di Jawa Barat dan mengajak para ASN untuk memahami kondisi daerah secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pusat pemerintahan.
Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki posisi strategis karena terhubung dengan sejumlah wilayah seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Barat, dan Cianjur. Oleh karena itu, pembangunan konektivitas antarwilayah menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Konektivitas Bogor dengan daerah-daerah sekitarnya harus terbangun dengan baik agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan,” ungkapnya.
Dedi menjelaskan bahwa konsep pembangunan yang tengah didorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat di antaranya melalui pengembangan jalur Puncak II dan kawasan Sanggabuana.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara terintegrasi dengan penataan lingkungan, sistem drainase, serta pelestarian kawasan hijau.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang selaras dengan karakter alam. Arsitektur bangunan di kawasan perbukitan dan pegunungan, kata dia, harus menyesuaikan dengan kondisi lingkungan agar keindahan lanskap tetap terjaga.
“Landscape alam yang luar biasa ini harus dijaga, pembangunan harus berjalan beriringan dengan penghijauan dan penguatan sektor kehutanan,” tegasnya.
Melalui pelantikan tersebut, KDM berharap 746 ASN dan lulusan IPDN yang baru diangkat mampu menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, serta memiliki dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung pembangunan Jawa Barat yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati