RADAR BOGOR - Pelantikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor dan Korps HMI-Wati (Kohati) HMI Cabang Bogor periode 2026–2027 di Auditorium AHN, Minggu, 14 Juni 2026, menjadi momentum penting dalam perjalanan organisasi kader tersebut.
Selain menandai estafet kepemimpinan baru, kegiatan ini juga menjadi refleksi atas capaian kepengurusan sebelumnya yang dinilai berhasil meninggalkan kontribusi nyata bagi organisasi.
Dalam agenda tersebut, M. Risky Munandar resmi dilantik sebagai Ketua Umum HMI Cabang Bogor periode 2026–2027.
Baca Juga: Aki Mobil Cepat Tekor? Ini 4 Cara Memanaskan Mobil yang Benar
Sementara itu, tongkat estafet kepemimpinan Kohati HMI Cabang Bogor diserahkan kepada Indah Ramadhani yang kini mengemban amanah sebagai Ketua Umum Kohati periode yang sama.
Namun perhatian peserta yang hadir tidak hanya tertuju pada pelantikan pengurus baru.
Berakhirnya masa kepemimpinan Fauzia Noorchaliza sebagai Ketua Umum Kohati HMI Cabang Bogor, juga menjadi sorotan karena berbagai capaian yang berhasil diwujudkan, khususnya dalam penguatan budaya literasi dan pengembangan kapasitas intelektual kader perempuan.
Buku Antologi yang Menyatukan Gagasan Lintas Generasi
Salah satu program yang paling menonjol selama kepemimpinan Fauzia adalah penerbitan buku antologi berjudul Perempuan Berdaya Membangun Generasi Digdaya.
Karya tersebut menjadi tonggak penting karena berhasil menghimpun pemikiran kader, alumni, hingga tokoh perempuan dari berbagai latar belakang dalam satu wadah literasi.
Buku tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi gagasan, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi bagi kader perempuan untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta pemikiran mereka kepada masyarakat luas.
Sejak diluncurkan pada September 2025, buku tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.
Tingginya antusiasme pembaca membuat buku itu mengalami cetak ulang dalam waktu kurang dari tiga bulan dan telah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia.
Kehadiran buku tersebut juga memicu lahirnya berbagai forum diskusi dan bedah buku di sejumlah cabang HMI.
Baca Juga: 5 Tempat Sarapan Legendaris di Bogor yang Masih Eksis hingga Kini
Berbagai pembahasan mengenai kepemimpinan perempuan, kaderisasi, serta kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa turut berkembang melalui karya tersebut.
Literasi Dinilai Jadi Warisan Organisasi yang Berkelanjutan
Dalam sambutannya saat pelantikan, Fauzia Noorchaliza selaku Ketua Umum Demisioner Kohati HMI Cabang Bogor menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader, pengurus, dan alumni yang telah terlibat dalam berbagai program pengembangan organisasi selama satu periode kepemimpinannya.
Menurut Fauzia, organisasi mahasiswa tidak cukup hanya dikenal melalui aktivitas seremonial.
Ia menilai organisasi kader juga harus mampu menghasilkan karya dan gagasan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Ia menegaskan, kaderisasi sejatinya tidak hanya melahirkan pengurus organisasi, tetapi juga menghasilkan pemikiran dan karya yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Karena itu, budaya menulis dan literasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga keberlanjutan gagasan kader melampaui masa kepengurusan.
Kolaborasi Kader dan Alumni Semakin Menguat
Selain fokus pada literasi, kepemimpinan Fauzia juga ditandai dengan meningkatnya sinergi antara kader dan alumni Kohati HMI Cabang Bogor.
Berbagai program diskusi, pengembangan kapasitas, hingga penerbitan buku menjadi sarana memperkuat hubungan lintas generasi dalam proses kaderisasi.
Keberhasilan menghadirkan karya yang melibatkan kader aktif, alumni, hingga tokoh perempuan tingkat nasional dinilai menjadi salah satu pencapaian strategis.
Langkah tersebut menunjukkan kemampuan Kohati dalam membangun ruang kolaborasi yang produktif di tengah dinamika organisasi yang terus berkembang.
Menjelang berakhirnya masa jabatannya, Fauzia berharap tradisi literasi dan budaya intelektual yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya.
Baca Juga: Cocok Buat Warga Bogor, 5 Penginapan Terbaik di Ciwidey Kabupaten Bandung
Ia berharap, Kohati tetap menjadi ruang belajar, ruang berkarya, sekaligus tempat lahirnya pemimpin-pemimpin perempuan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
Tokoh Nasional Soroti Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045
Pelantikan HMI dan Kohati HMI Cabang Bogor periode 2026–2027 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah.
Dalam sesi keynote speech, Hanifah Husein, Fauzi Amro, dan Handian Purwawangsa menyampaikan pandangan mengenai pentingnya peran kepemudaan dalam pembangunan bangsa.
Sementara itu, sesi talkshow menghadirkan Analia Trisna dan Asep Wahyuwijaya yang membahas kesiapan generasi muda dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Dengan kepengurusan baru yang telah resmi dilantik, HMI dan Kohati HMI Cabang Bogor diharapkan mampu melanjutkan berbagai capaian yang telah dirintis sebelumnya.
Tidak hanya mencetak pemimpin organisasi, tetapi juga melahirkan karya, gagasan, dan inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan masa depan Indonesia. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti