Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Fauzia Noorchaliza Singgung Fragmentasi Kader Saat Pelantikan HMI Bogor

Siti Dewi Yanti • Selasa, 16 Juni 2026 | 09:55 WIB
Sambutan demisioner Ketua Umum Kohati HMI Cabang Bogor, Fauzia Noorchaliza.
Sambutan demisioner Ketua Umum Kohati HMI Cabang Bogor, Fauzia Noorchaliza.

RADAR BOGOR - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor dan Korps HMI-Wati (Kohati) HMI Cabang Bogor resmi melantik kepengurusan baru periode 2026-2027 di Auditorium AHN IPB pada Hari Minggu, 14 Juni 2026. 

Dalam momentum tersebut, Demisioner Ketua Umum Kohati HMI Cabang Bogor, Fauzia Noorchaliza, mengajak seluruh kader untuk mengakhiri bentuk fragmentasi di tumbuh organisasi dan kembali fokus menguatkan tradisi intlektual yang selama puluhan tahun menjadi identitas HMI Cabang Bogor. 

Pelantikan ini menetapkan M. Risky Munandar sebagai Ketua Umum HMI Cabang Bogor dan Indah Ramadhani sebagai Ketua Umum Kohati HMI Cabang Bogor Periode 2026-2027.

Baca Juga: Jejak Fauzia Noorchaliza di Akhir Kepemimpinan Kohati HMI Bogor

Dalam sambutannya, Fauzia mengapresiasi kepengurusan baru yang kembali memberi ruang bagi Kohati untuk menyampaikan gagasan dalam agenda pelantikan. 

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menunjukan bahwa HMI dan Kohati merupakan satu kesatuan gerakan kaderisasi yang saling menguatkan.

Fauzia mengingatkan, HMI Cabang Bogor yang telah berdiri sejak 17 November 1952 telah memasuki usia 73 tahun. 

Rentang waktu yang amat Panjang tersebut, organisasi telah melewati berbagai fase dan dinamika sosial yang membuat HMI Cabang Bogor matang dalam melewati berbagai tantangan zaman. 

Menurutnya, usia organisasi yang matang semestinya diikuti dengan semakin kuatnya budaya kesetaraan dalam memandang kader.

“Dalam kaderisasi di HMI, harus ada kesetaraan dalam memandang kader berdasarkan kapasitasnya, bukan membeda-bedakan berdasarkan jenis kelamin maupun latar belakang proses perkaderan,” kata Fauzia.

Selain menyoroti pentingnya kesetaraan, Fauzia juga mengajak kader untuk kembali membaca sejarah dan tokoh-tokoh yang pernah membesarkan HMI Cabang Bogor. 

Salah satu sosok yang ia soroti adalah Saleh Khalid, tokoh HMI yang dikenal memiliki tradisi kepemimpinan yang tenang, kuat secara intelektual, dan berpengaruh di tingkat nasional.

Ketika ia diundang sebagai pembicara di berbagai cabang HMI, harum nama Saleh Khalid masih terus tercium.

“Ketika saya berangkat ke HMI Cabang Manado, Gorontalo, maupun Bone Bolango untuk berdiskusi tentang Buku Kohati Bogor, banyak alumni yang masih mengenang kepemimpinan Kakanda Saleh Khalid. Ini menunjukkan bahwa warisan intelektual HMI Cabang Bogor masih hidup dan dikenang hingga hari ini,” ujarnya.

Baca Juga: Aki Mobil Cepat Tekor? Ini 4 Cara Memanaskan Mobil yang Benar

Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan tradisi intelektual tersebut sekaligus melahirkan generasi pemimpin baru yang memberikan kontribusi bagi umat, bangsa, dan negara.

“Saya berharap momentum pelantikan ini akan melahirkan Saleh Khalid berikutnya, Hanifah Husein berikutnya, Ida Nazar berikutnya, dan Betty Epsilon Idroos berikutnya,” tuturnya.

Pelantikan HMI dan KOHATI HMI Cabang Bogor periode 2026–2027 juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. 

Dalam kesempatan tersebut, Hanifah Husein, Fauzi Amro, dan Handian Purwawangsa menyampaikan keynote speech mengenai peran generasi muda dalam pembangunan bangsa. 

Sementara sesi talkshow menghadirkan Analia Trisna dan Asep Wahyuwijaya yang membahas kontribusi pemuda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dengan kepengurusan baru yang telah dilantik, HMI dan KOHATI HMI Cabang Bogor diharapkan mampu memperkuat kaderisasi, menjaga tradisi intelektual organisasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
#Fauzia Noorchaliza #hmi #bogor #kohati