Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gereja Paroki Santo Andreas Sukaraja Bogor Gelar Misa Inkulturasi

Eka Rahmawati • Selasa, 16 Juni 2026 | 15:38 WIB
Gereja Paroki Santo Andreas di Sukaraja, Kabupaten Bogor mengadakan misa inkulturasi dan mengusung adat NTT. (Dok. Flobamora NTT, Paroki Santo Andreas/Paroki PSA)
Gereja Paroki Santo Andreas di Sukaraja, Kabupaten Bogor mengadakan misa inkulturasi dan mengusung adat NTT. (Dok. Flobamora NTT, Paroki Santo Andreas/Paroki PSA)

RADAR BOGOR - Gereja Paroki Santo Andreas, Sukaraja, Kabupaten Bogor menggelar misa inkulturasi, dengan mengusung adat Nusa Tenggara Timur (NTT). Merawat budaya di dalam gereja, sebagai bagian dari cara beriman.

Misa inkulturasi yang  mengangkat tema "Flobamora Paroki Santo Andreas, Satu Hati, Satu Iman dalam Budaya" tersebut berlangsung di Taman Doa Bumi Maria Sareng Para Rasul, Sukaraja, Bogor, Minggu, 14 Juni 2026.

Misa diawali dengan perarakan, pada barisan awal para penari, para misdinar (putra putri altar), kemudian para imam (pastor atau Romo) yang terdiri dari RD Bonifasius Heribertus Beke, Pastor Paroki Santo Andreas, RD Marselinus Wisnu Wardhana, RD Marcus Santoso (Pastor Vikaris Paroki Santo Andreas), dan  RD Christophorus Lamen Sani, serta RD Paulus Piter.

Baca Juga: Jadi Peserta Pertama Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Ajak Warga Berikan Data Akurat

Dalam misa inkukturasi setiap doa dan nyanyian/puji- pujian disampaikan dalam berbagai bahasa daerah dari tiap kabupaten yang ada di NTT. Bahkan doa umat dibacakan menggunakan 6 bahasa dari 6 kabupaten yaitu bahasa Manggarai, bahasa Nagekeo, bahasa Lamaholot, bahasa Dawan, bahasa Ende, dan bahasa Maumere.

Semarak misa inkulturasi mulai terasa, saat umat asal NTT datang dengan memakai pakaian adat (kain tenun) beraneka motif, sesuai dengan kabupaten masing masing yang ada di NTT, yaitu dari Ende, Maumere, Larantuka, Nagekeo, kemudian dari wilayah Kefa TTU (Timor Tengah Utara), Atambua, Alor dan Sumba.

Misa inkulturasi dengan mengusung adat NTT digelar Gereja Paroki Santo Andreas di Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Dok. Flobamora NTT, Paroki Santo Andreas/Paroki PSA)
Misa inkulturasi dengan mengusung adat NTT digelar Gereja Paroki Santo Andreas di Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Dok. Flobamora NTT, Paroki Santo Andreas/Paroki PSA)

Pastor Paroki Gereja Santo Andreas, RD Marselinus Wisnu Wardhana menyampaikan bahwa budaya lahir karena kita diciptakan sebagai anugerah Tuhan, pemberian Tuhan kepada kita semua, maka kita merawat budaya di dalam gereja, agar semakin mampu mewartakan iman kepada siapa pun, terutama kepada generasi kita.

"Kita akan membuat generasi- generasi kita semakin beradat istiadat, berbudaya dan juga semakin beriman. Oleh sebab itu, setiap budaya tetap akan kita rayakan, sebagai bagian dari cara kita beriman," ujar RD Marselinus Wisnu Wardhana.

Tingkatkan Devosi dan Iman Umat

Sementara itu, Ketua Panitia Misa Inkulturasi Flobamora, NTT, Daniel Mbonggi, mengatakan tujuan digelarnya misa inkulturasi yakni untuk meningkatkan devosi dan iman umat, melalui perayaan Ekaristi bernuansa etnik, dan juga melestarikan serta mempromosikan  budaya NTT, baik kain tenun, musik maupun tarian.

"Melalui misa inkulturasi kita ingin memperkenalkan budaya NTT dan memperkenalkan nilai- nilai kearifan lokal kepada generasi muda di perantauan, dan itu dimulai lingkungan gereja," kata Daniel Mbonggi.

Flobamora adalah akronim dari gabungan nama pulau-pulau besar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu Flores, Sumba, Timor, dan Alor. Singkatan ini sering digunakan sebagai nama julukan wilayah, komunitas masyarakat perantau asal NTT.

Daniel Mbonggi, mengungkapkan di NTT terdapat 21 kabupaten dan 1 kotamadya (Kota Kupang), dan setiap kabupaten mempunyai bahasa yang berbeda-beda, bahkan ada kabupaten yang memiliki 2 sampai 3 bahasa.

Contohnya, di Kabupaten Ende, warga  di kabupaten tersebut berbicara dalam dua bahasa yaitu bahasa Ende dan bahasa Lio. 

Pada kesempatan yang sama, Seksi Dana Flobamora, NTT, Paroki Santo Andreas, Sukaraja, Petronela Moa mengatakan melalui misa inkulturasi  NTT  diharapkan bisa mempersatukan keluarga besar NTT, yang ada di gereja Paroki Santo Andreas.

"Melalui misa inkulturasi,  kita ingin mengikat  tali silaturahmi lebih dekat lagi, dan memperkenalkan budaya NTT, karena banyak umat asal NTT  di gereja ini yang mempunyai talenta dibidang kesenian," ujarnya.

Ia pun berharap bisa mewariskan budaya NTT kepada kaum muda atau Orang Muda Katolik (OMK) agar mencintai budaya NTT, dan ke depannya ingin membawa kesenian NTT tampil di pentas budaya yang ada di Kota Bogor maupun di Kabupaten Bogor.

Editor : Eka Rahmawati
#gereja paroki santo andreas #bogor #sukaraja #misa