Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Warga Tanjungsari Bogor Harus Tempuh Puluhan Kilometer untuk Rawat Inap, Dinkes Kaji Peningkatan Fasilitas Kesehatan

Muhammad Ali • Rabu, 17 Juni 2026 | 21:49 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr. Fusia Meidiawaty saat menyampaikan keterangan. (Muhammad Ali/Radar Bogor)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr. Fusia Meidiawaty saat menyampaikan keterangan. (Muhammad Ali/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor tengah melakukan kajian terkait rencana peningkatan fasilitas kesehatan di wilayah Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Rabu, 17 Juni 2026.

Kajian tersebut dilakukan menyusul masih terbatasnya fasilitas layanan kesehatan rawat inap di wilayah ujung timur Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur. Hingga saat ini, Kecamatan Tanjungsari belum memiliki rumah sakit, baik milik pemerintah daerah maupun swasta.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang membutuhkan layanan rawat inap harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju RSUD RH Satibi Cileungsi dengan jarak mencapai lebih dari 23 kilometer.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pendataan dan kajian terkait kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Baca Juga: Emak-Emak di Cipinang Bogor Kini Bertahan Hidup dengan Memecah Batu

“Nanti kita kaji lagi ya, karena kita akan lihat dulu berapa jumlah kunjungan yang memerlukan fasilitas rujukan di sana,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu, 17 Juni 2026.

Menurutnya, wilayah Bogor Timur, termasuk Kecamatan Tanjungsari, sebenarnya telah memiliki sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk Puskesmas dengan Tempat Perawatan (DTP).

“Di daerah timur itu Puskesmas sudah banyak, Puskesmas DTP juga sudah ada. Tapi nanti kita lihat berapa banyak kebutuhan itu dan bagaimana akses masyarakatnya, sehingga perlu dilakukan kajian lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPK APDESI Kecamatan Tanjungsari, Endang Parid Ma’Ruf, menilai peningkatan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut sudah menjadi kebutuhan mendesak. 

Ia mendorong adanya penambahan ruang rawat inap maupun pembangunan rumah sakit baru, baik milik pemerintah maupun swasta.

“Jadi memang masyarakat kami kalau ingin mendapatkan pelayanan rawat inap harus ke RSUD di Cileungsi, sehingga jaraknya cukup jauh. Seharusnya ada rumah sakit besar, baik swasta maupun milik pemerintah daerah,” tuturnya.

Endang menambahkan, keberadaan rumah sakit swasta juga tidak menjadi persoalan selama layanan kesehatannya dapat diakses melalui program BPJS Kesehatan.

“Memang Puskesmas ada, tetapi ruang rawat inapnya masih kurang. Tidak masalah jika yang dibangun rumah sakit swasta, yang penting ter-cover BPJS. Minimal lokasinya di wilayah Cariu sehingga tidak terlalu jauh dari Tanjungsari,” tutupnya.(Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #dinkes #tanjungsari