RADAR BOGOR - Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Jasinga, Kabupaten Bogor menuai perhatian masyarakat.
Sekolah berasrama gratis yang digagas pemerintah ini belum kunjung rampung sejak dibangun pada Desember 2025 lalu.
Ketua Umum LSM Gerakan Nasional Pajajaran (Genpar), Sambas Alamsyah mengaku telah mendatangi lokasi pembangunan sekolah rakyat di Jasinga.
Dalam kunjungannya, ia mendapati progres pembangunan yang jauh dari kata rampung.
"Pelaksanaan proyek tersebut dengan durasi yang tersisa, dan dengan kondisi yang menurut estimasi kami baru 20-30 persen, tidak menutup kemungkinan akan terlambat," ujar Sambas, Rabu, 17 Juni 2026.
Berdasarkan data umum proyek, sekolah rakyat di Jasinga itu mulai dibangun sejak 2 Desember 2025 dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender atau ditargetkan rampung pada 29 Juli 2026.
Namun Sambas pesimis, proyek tersebut tidak akan rampung sesuai jadwal melihat kondisi di lokasi proyek.
"Kami perkirakan ini membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan lagi, pekerja beralasan keterlambatan ini akibat curah hujan yang tinggi," kata Sambas.
Di sisi lain, Jaringan Kebudayaan Rakyat (Jaker) Kabupaten Bogor mengapresiasi langkah pemerintah dalam menghadirkan Sekolah Rakyat di wilayah perbatasan Jawa Barat - Banten.
Sekretaris Jaker, Bung Radien menilai program ini bisa menjadi jawaban atas tingginya angka putus sekolah. Namun ia mengingatkan agar Sekolah Rakyat tidak berhenti sebagai proyek simbolik.
"Kalau Sekolah Rakyat hanya mengulang pola lama, maka kita sedang mengulang kegagalan yang sama," tuturnya.
Oleh karenanya, Jaker mendorong agar program ini membawa standar baru dalam kualitas pengajaran dan penguatan karakter berbasis budaya lokal.
"Harapan masyarakat wilayah Jasinga dengan dinamika sosialnya membutuhkan intervensi pendidikan yang serius. Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan bukan sekadar menekan angka putus sekolah, tetapi juga mengangkat martabat generasi di wilayah pinggiran," tukasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati